Fatamorgana
Lalu sampailah aku dalam menghadapi segala kebohongan-kebohongan itu tak lagi membuatku marah, setengah mati rasanya mencari tau apakah nyata cinta ini benar ada atau sebatas aku yang kamu letakkan dalam diorama.
Bagaimana rasanya, melihatku yang penuh cinta dibalik kotak kaca?
Bagaimana kelihatannya, aku yang hancur masih kau tanya lagi perasaannya?
Dusta dan nyata kini tak terlihat ada beda, terus memaksa membedakannya tak menghilangkan fakta bahwa aku pun sudah terluka. Terbaik hatiku sudah kuberikan, meski ternyata semua berakhir dalam kebohongan yang semoga aku tak pernah berkubang dalam penyesalan. Sembuhlah dengan orang baru, sembuhku biar menjadi urusanku. Pun aku tidak berencana untuk memaksa diri terlihat baik-baik saja, kuungkapkan sakitku jika memang masih terasa. Jika sakitku masih menghidupkanmu dalam rasa bersalah, maka terimalah untuk hidup di dalamnya.

0 comments