Charitri

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Barangkali sedih menutup semua celah hatimu, juga bahagia yang masih seringkali kau pertanyakan wujudnya. Dalam hatimu berkecamuk segala bentuk gelisah juga amarah sementara terus hidup tetap kau pilih meski mengakhirinya adalah jangkauan terdekatmu. Mungkinkah itu sebabnya, senyummu yang begitu kusukai itu seringkali guratnya menggariskan rasa sedih?

Pun kesedihan menghabisimu nyatanya tak berhenti kehampaanmu terus mengisiku. Seringkali kupertanyakan sendiri dalam hati bagaimana kau melakukannya, menjadi dirimu saat ini; juga hatiku yang terang-terangan terus kau curi. Tak bisakah kau buat celah agar bisa kumengerti? Setidaknya aku tau jika nanti kamu datang lagi dan sedih masih terus rapat merengkuhmu hingga lagi-lagi kau putuskan untuk hilang dan pergi.

Jika nanti kau datang lagi, kutuliskan ini untuk suatu hari kau gapai ketika kau kan tenggelam dalam rasa sedih.

Jika kau ingin datang lagi, kepergianmu memang melukai tapi menyambutmu datang lebih kusiapkan setengah mati.

Jika kau datang lagi dan perasaanku masih tak juga cukup untukmu punya arti, jemariku masih selalu ada untuk kau raih.

Dan jika kesedihan terlalu memberatkan hati dan hanya tangis yang kau punya, kau hanya cukup temukan mataku dan aku kan menghampirimu meski harus berlari. Entah kemana lagi setelah ini, yang kutau bersamamu selalu banyak tempat bagus untuk disinggahi. Tempat yang selalu ada dalam mimpi-mimpiku, yang entah dimana itu mataku selalu berlabuh pada sosokmu.

Aku sudah lama tak menangisi kepergianmu, seakan hati punya kesibukannya sendiri untuk mengobati. Jikalah sempat kau tanyakan tentang perasaanku nanti, mungkin tak juga bisa kujelaskan meski ini adalah hari yang begitu kunanti. Kuutarakan perasaanku dan kau tau bagaimana perasaanku. Tapi rasanya hatiku cukup bisa menahannya, seluruh perasaanku tak cukup lapar memamah semua sedihmu. Kau tau kan bintang tak akan habis meski kuhitung semalaman? Seperti perasaanku yang tak pernah cukup meski kujelaskan, yang sudah kusiapkan jika nanti harus kutinggalkan.

Maka datanglah lagi meski sedihmu masih selalu utuh, meski pergi lagi adalah jalan yang nanti kau pilih. Aku terlanjur berjanji pada diri yang sejak awal selalu merasa kau buat penuh, untuk selalu di sampingmu hingga kau pulih.

Aku ingat itu Selasa karena seragam kantormu yang unik, pertama lagi kamu datang dan menjemputku tepat enam belas menit dari pukul tujuh. Teman seruanganku menggoda, aku setengah berlari sambil tersenyum menggelengkan kepala; ada-ada saja. Aku berhenti sejenak di cermin lobby kantor, merapikan rambut dan memastikan mataku tetap tenang tak menyiratkan kebahagiaan yang menjura.

Tak seperti biasanya, kamu menunggu di pinggir jalan malam itu yang kedip lampu sein mobilmu seakan seirama dengan degup jantungku. Aku menyapamu setelah banyak reka adegan di dalam kepalaku, entah percobaan nomor berapa yang keluar malam itu yang kuingat hanya wajah kuyu dan rambut yang lumayan panjang dari biasanya. Entah pula bagaimana hubungan kita ini diramu, malam itu sama hangatnya seperti hari-hari kita biasa bertemu.

Sejak Selasa itu namamu semakin sering kubaca lagi, bertukar video lucu sesekali, atau bingung memilih kedai minum kopi. Bohong rasanya jika aku tak menginginkan semua ini kembali seperti dulu, kita berjalan dan kamu menggenggam tanganku, berdiri di eskalator dan kamu bersandar di lenganku atau merangkul bahuku ketika aku merajuk kalah debat denganmu. Pun saat ini aku masih berharap itu terjadi lagi atau setidaknya kamu menggenggam tanganku lagi ketika kita sudah sampai di depan pagar rumahku. Sudah sekian pertemuan sejak Selasa itu tapi tak juga terjadi, lumayan kecewa tapi tak apa. Tertawa bersamamu cukup membuatku kembali bahagia. Mungkin lain kali.

Seakan sudah menjadi kebiasaan kita memilih kopi untuk menutup malam dari pembahasan-pembahasan kita soal kekonyolan di internet, video lucu, gosip kantor bahkan hidup dan keluarga kita. Tapi malam itu entah bagaimana kepalaku hanya menangkap satu nama, nama yang begitu cantik dengan cerita-cerita darimu dengan nada yang tak pernah kudengar sebelumnya, nada yang rasanya selalu kugunakan ketika keceritakan tentangmu pada teman-temanku. Aku menggodamu, menertawakan jawabanmu seakan gelak ini bisa menghilangkan sesak di dada.

Malam itu sesampainya di depan rumahku, kali pertama kamu bilang akan menghubungi jika sudah sampai kosan padahal biasanya aku yang selalu rewel minta dikabari. Aku mengernyit keheranan dan bilang hati-hati di jalan. Kamu bilang terima kasih sambil tertawa, aku juga.

Kutunggu pandangan mobilmu menghilang, aku menutup pagar meski akhirnya terduduk tepat setelah kukaitkan handle penguncinya. Sesak yang tadi masih ada bahkan kaki ikut-ikutan lemas tak kuat menahan gemetar lututku, aku menangis. Tak apa, aku hanya kaget terjatuh saat menutup pagar. Hari-hari yang kuhabiskan bersamamu masih selalu menyenangkan hingga saat ini.

Akhir-akhir ini rindu membawa banyak bebunyian yang sampainya baru ketika malam tiba, lebih riuh dari pekak bantingan telepon kantor di meja sebelahku atau pekik setuju ketika ada tawaran go-food kopi jam tiga sore. Kadang datang ketika mata baru memejam atau tak segan membangunkanku malam-malam. Seringkali aku akan hanya diam menatap apapun dalam kegelapan, tirai yang bergerak karena kipas angin, langit-langit kamar dan bias lampu jalanan yang menempel di dinding kamar.

Kupandang saja handphone-ku di sebelah mata meski kadang berakhir di tangan juga, tapi cukup melegakan aku masih selalu menang dari godaan mencari namamu di sana. Pejam tak lagi meredam, pura-pura tak mendengar juga riuhnya terlalu hingar bingar jadi aku mendengarkan lagu saja; dengan earphone volume penuh dan sesekali bernyanyi dalam gumam.

Mungkin aku akan sedikit beruntung jika menemukanmu dalam satu atau dua lirik lagu.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

halo!

isi-isi kepala yang mencari teman bicaranya

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • 3GP Tour Ge Pamungkas - SURABAYA
    Surabaya, 24 Februari 2013. Terjadwal Surabaya sebagai kota selanjutnya setelah Sidoarjo dalam rangkaian tour sang juara Stand Up Comed...
  • Little I Can - Arif Alfiansyah
    Setelah berkunjung di Satu Bangsa Dalam Tawa di Jember minggu lalu, di Surabaya masih ada satu standup show yang sudah saya beli tike...
  • BUS EKA JAHAT
    Barusan baca artikel kalau pengemudi bus Mira dan Eka pada mogok di terminal Solo karena ada selisih dengan bus lokal Jogja Solo. BODO AMA...

Advertisement

Arsip Blog

  • ►  2025 (3)
    • ►  Oktober 2025 (1)
    • ►  Juni 2025 (1)
    • ►  Februari 2025 (1)
  • ►  2024 (13)
    • ►  Desember 2024 (1)
    • ►  Oktober 2024 (1)
    • ►  Agustus 2024 (2)
    • ►  Juli 2024 (5)
    • ►  Juni 2024 (2)
    • ►  Mei 2024 (2)
  • ►  2023 (11)
    • ►  Agustus 2023 (2)
    • ►  Juli 2023 (1)
    • ►  Mei 2023 (1)
    • ►  April 2023 (1)
    • ►  Maret 2023 (3)
    • ►  Februari 2023 (2)
    • ►  Januari 2023 (1)
  • ▼  2022 (23)
    • ►  Desember 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  Oktober 2022 (1)
    • ►  September 2022 (1)
    • ►  Agustus 2022 (1)
    • ►  Juli 2022 (5)
    • ►  Juni 2022 (2)
    • ►  April 2022 (3)
    • ▼  Maret 2022 (3)
      • Janji
      • Hari yang (masih) Menyenangkan
      • Menemukanmu
    • ►  Februari 2022 (2)
    • ►  Januari 2022 (2)
  • ►  2021 (3)
    • ►  Mei 2021 (1)
    • ►  April 2021 (2)
  • ►  2020 (2)
    • ►  Oktober 2020 (1)
    • ►  Juni 2020 (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Agustus 2017 (1)
  • ►  2016 (13)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  Agustus 2016 (1)
    • ►  Juni 2016 (1)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  April 2016 (3)
    • ►  Maret 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (1)
    • ►  Januari 2016 (1)
  • ►  2015 (15)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  Agustus 2015 (1)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (2)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  Januari 2015 (3)
  • ►  2014 (10)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  Agustus 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (1)
    • ►  Mei 2014 (2)
    • ►  Maret 2014 (2)
    • ►  Januari 2014 (2)
  • ►  2013 (15)
    • ►  Desember 2013 (3)
    • ►  November 2013 (1)
    • ►  Oktober 2013 (1)
    • ►  September 2013 (2)
    • ►  Juni 2013 (1)
    • ►  Mei 2013 (2)
    • ►  April 2013 (1)
    • ►  Februari 2013 (3)
    • ►  Januari 2013 (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  November 2012 (1)
    • ►  Oktober 2012 (1)
    • ►  September 2012 (1)
    • ►  Juli 2012 (1)
    • ►  Juni 2012 (1)
    • ►  Mei 2012 (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Oddthemes

Copyright © Charitri. Designed by OddThemes