Terkirim

Hari ini terik, dan seakan matahari menjadi lebih lambat turun saat kemacetan menahanku di tengah perjalanan pulang. Sudah delapan lagu di It Won't Be Soon Before Long tapi kemacetan tak juga terurai, tak masalah juga karena ini album terbaik Maroon 5; menurutku ya.

Menurutmu juga.

Aku suka langit sore. Aku suka mengabadikan semua jingga dan merah mudanya, meski sejujurnya aku lebih suka foto langit sore hasil jepretanmu. Di tanganmu, menghilangnya jingga dan merah muda seakan menjadi lebih dramatis dan manis. Kuarahkan lagi ponsel menengadah menghadap senja, kali ini sebuah video dengan perlahan zoom in namun dengan lagu latar yang sedikit kusayangkan.

Now waking up is hard to do
And sleeping's impossible too
Everything's reminding me of you
What can I do?

Petang sudah datang, dua kilo lagi sampai rumah. Kupesan sate di tempat kita biasa makan sepulang kerja, tentu saja punyaku dengan extra bawang merah. Apa kukirim kamu pesan saja untuk tanya harga bawang merah di pasar Wiyung berapa, ya?


Kuambil ponselku.

Kuch Kuch Hota Hai kalo syuting di Jepang judulnya jadi apa? Kuch Kuch Honda Hai eheheheh-
    Hapus.

Lembur?-
    Hapus.

Kulihat notifikasi namamu mengunggah sebuah cerita, cerita kekesalanmu kehilangan satu airpod kananmu.
    
    Balas.

Hilang lagi? Sathu dhuwa Irfan Bachdim, Astaghfirullahaladzim.
    Hapus.

Kangen-
    Hapus.


Pesananku sudah terbungkus rapih, kuletakkan di kursi sebelah kiri tapi akupun seakan enggan untuk menggerakkan kemudi.


[sent a photo]
Hari ini langitnya cantik banget!

    Terkirim.

0 comments