Memilih Tertawa

Jika air mata melembabkan hidup, maka kesedihan bak jamur yang tumbuh di sepanjang tembok gang sempit sebelah rumah. Terlihat menggemaskan dengan wujudnya, yang entah di perjalanan keberapa kita tak lagi melihatnya bahkan bagaimana akhirnya dia mati. Bak kesedihan yang terus menjalari hidup, yang entah di hari keberapa kita tak lagi merasakannya entah terkikis rasa muak atau seseorang datang membersihkannya hingga rasa gelinya membawa gelak.

Hujan pasti datang, pun tangis. Kudoakan tangismu banyak bahagianya ya, kalaupun ada sedihnya kuharap ada seseorang yang membabat cepat jamurnya. Atau alih-alih menunggu orang lain bagaimana jika kita memilih sendiri untuk tertawa? Karena tak banyak yang bisa dilakukan ketika hujan terlalu deras untuk diterjang tanpa membuat kita kuyub.

0 comments