Perempuan Seperti Apa?
Kita bertemu lagi, setelah lagi-lagi memutuskan untuk
tidak bertemu lagi. Seperti itulah aku, yang sekeras apapun ingin pergi, tapi
akan luluh pada satu permintaan yang seringnya aku abaikan. Aku sudah duduk
menunggunya, tapi di jarak sekian ratus meter dari tempat kita seharusnya
bertemu. Seperti itulah dia, asam mukanya jarang terlihat. Bahkan dari jauh
begini pun rona wajah yang riang tetap terlihat.
Dia sibuk di depan layar handphone-nya dan tak butuh
waktu lama namanya sudah tertera di layar handphone milikku. Aku tersenyum,
mengabaikan panggilannya dan tetap mengamati dari jauh. Sebuah pesan muncul
darinya tepat di setelah panggilannya berakhir.
“Hati-hati di jalan
ya, ga usah buru-buru. Cuma mau bilang aku sudah di tkp”
Sebuah pesan yang selalu sama dari dulu rangkaiannya.
Diawali dengan beberapa pesan untukku lalu diikuti dengan apa yang ingin ia
sampaikan. Ya, seperti itulah dia.
Melihatnya dari jauh begini membuat kepalaku sibuk
mencerna berbagai pertanyaan dan kenangan yang bergantian. Bagaimana aku
melewati berbagai macam hidup yang tak satupun ia tinggalkan aku berjalan
sendiri, juga berbagai pertanyaan yang selalu berujung dengan jawaban menyalahkan
diriku sendiri.
Aku, ah bukan, dia.. menghabiskan sekian tahun terakhir
ini bergelut dengan hatinya untuk tetap bertahan pada wanita yang tak sempurna
fisiknya juga rapuh dalam hatinya. Bertahun meyakinkanku jika aku ini juga tak
seburuk apa yang selama ini aku pikirkan. Entah yang selama ini dia lakukan
adalah bentuk kasihan atau memang pilihan, merelakan waktunya habis tanpa ada hasil
adalah sesuatu yang juga aku sesalkan. Tapi nyatanya, hingga saat ini ia terus
berusaha menghilangkan rasa sesal yang menumpukku. Ya, dia memang lelaki seperti
itu.
Dia dan besar hatinya adalah hidup yang aku impikan.
Ketika tangannya tak pernah berhenti menggenggam tanganku yang terus membawaku
pada tujuan-tujuan yang baru, ketika setiap ucapnya adalah semangat yang terus
menguatkan aku, hingga dekap yang terus menyerap semua rasa takutku. Bukan kah
lelaki seperti dia yang harus kuperjuangkan? Perempuan seperti apa yang memilih
menyerah pada lelaki seperti dia?
Ya, perempuan seperti aku.

0 comments