Bangku Taman

Jumat, 21 Maret 2014
Gedung Kesenian Cak Durasim
Surabaya

Hari itu sudah saya persiapkan sejak promonya StandUp Nite kelima @StandUpIndo_SBY di blog @StandUpIndo_SBY. Mengikuti harga presale pertama seharga IDR 25K, dua tiket sudah saya kantongi. Mengapa presale pertama? Karena SUN kelima ini ada tiga periode penjualan tiketnya. Presale I IDR 25K, Presale II IDR 35K dan OTS IDR 50K.
Sesuai yang saya baca di blog @StandUpIndo_SBY, acara yang diberi tema dan judul yang sama yaitu Bangku Taman ini merupakan sesuatu yang baru di dunia Stand Up Comedy Surabaya selama ini. Sebuah Stand Up show yang memberikan sisipan treatrikal drama di sela penamilan para komika. Mengangkat dari ikon Surabaya yang kaya akan taman kota-nya, dipilihlah bangku taman tempat dimana warga Surabaya dari anak muda hingga kumpulan keluarga menghabiskan waktu di luar rumah sebagai tema malam itu. Dimana disini, di Bangku Taman, para komika kita mencoba berbagi ceritanya kepada para penikmat Standup Comedy di Surabaya.

Rasanya senang  mendengar tiket BangkuTaman malam itu terjual habis, yang jika dihitung bisa kurang lebih sekitar 500 kursi. Sepertinya audience @StandUpIndo_SBY sudah begitu percaya dengan komika-komika lokalnya. Ya, Bangku Taman ini diisi oleh tujuh komika Surabaya sendiri. Osem...

Dibuka oleh @donooo182 yang menyampaikan sederet peraturan selama show berlangsung. Namun apalah arti Dono diatas panggung kalau tak bisa mengambil tawa dari para audience. Kalian yang kena riffing, yang sabar ya.. :’
HAHAHAHA
Disuguhi empat orang dengan instrumental yang sudah mereka siapkan tanpa sebuah lagu penuh karena hanya genjrang genjreng di awal show cukup membuat para audience bingung dan akhirnya bersorak riuh saja. Hingga ketika show sudah benar-benar dimulai lah kita baru mengerti jika mereka ini adalah dari #DivisiMusik Bangku Taman untuk memaikan sebuah backsound dari setiap adegan treatikal. Nice.
Adalah mereka yang membuat Bangku Taman malam itu menjadi lebih berwarna.

Mengangkat cerita sederhana percintaan anak muda (tsaelaaah...) dalam bentuk drama inilah yang membuat StandUpNite malam itu berbeda. Tanpa seorang MC yang biasanya tetap membuat tawa audience di jeda komika selanjutnya, peran #DivisiDrama inilah yang menggantikan. Dengan potongan-potongan kejadian awal bertemu – kenalan – pdkt – jadian – susah move on – pacar baru – masih keinget mantan – diputusin – ketemu mantan lagi – balikan – pelukan bahagia – tamat, inilah yang menjadi jeda dari setiap komika yang tampil.

Daaaaaan... Inilah line-up Bangku Taman malam itu.
*drumroll*

Komika pemerhati pasangan yang selalu sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan riwil sang pacar tentang berbagai hal.
Komika kelas berat pertama dengan masalah pebronnya yang kemana-kemana. Berbagi cerita kesehariannya hingga hal-hal seputar pemilu. Meskipun sempat ada kejadian lupa materi, Idham cukup baik mengendalikan para audience.
Komika yang ini kedua kalinya saya menikmati penampilannya setelah Republik Komedi tahun lalu. Masih mengangakat materi seputar ayah dan keluarganya, tetap stabil bahkan terkesan tegar membawakan materi tentang ayahnya. Ya, karena seperti yang sudah disampaikan, ayahnya sudah meninggal Desember lalu karena kecelakaan. Jika di penampilannya yang pertama dulu saya dibuat ketawa ga percaya karena materi yang mengangkat sisi buruk ayahnya, malam itu saya dibuat terkesan lagi bagaimana dia bisa begitu kuat kembali membawa materi tentang ayahnya tanpa ada sebuah kesedihan yang terlihat. Salut.
Komika ini juga mengambil perhatian saya banyak. Saya kurang mengikuti openmic, jadi  kurang tahu bagaimana perkembangan komika secara rutin, jadi sedikit kaget saja. Yang terakhir kali saya menikmati penampilannya di Republik Komedi, malam itu jelas penampilannya berbeda. Dari yang biasanya tampil kasual a la mahasiswa, malam itu dia tampil dengan setelan kemeja putih dalam  balutan blazer hitam. Tidak hanya itu kekagetan saya karena dia membawakan materinya in English dalam Bangku Taman malam itu. Woogh!!
Saya yang notabene-nya grammar buruk dan perbendaharaan katanya dikit bisa kok mengikuti materinya. Santai dan telaten membawakan materinya :’D
Komika yang selalu berangan untuk masuk CJR dan yang katanya mirip Iqbal CJR ini jelas sudah menarik tawa audience sejak awal memasuki panggung hingga parodi  lipsync Lazy Song-nya Bruno Mars. Tolong jangan tanya itu dia niru Bruno Mars atau dancers yang pake topeng monyet yaa.. Takut aja bayanganku ga sama kalian...
Pffttt.
Komika opener Messake Bangsaku Pandji Pragiwaksono ini komika kelas berat kedua setelah @idhambangsa di Bangku Taman malam itu ya. Iya, badannya. Berat.
Tapi entah kenapa saya masih menyukai penampilannya di Messake Bangsaku daripada Bangku Taman malam itu :D
Komika terakhir malam itu. Dari terakhir penampilannya yang saya nikmati di SUN 1 ITS, komika ini tetap saja dengan wajah galaknya, dengan yang yang rumahnya entah dimana hingga permasalahannya dengan lampu sein pengendara motor selalu membuat tawa audience semakin pecah. Asik.

Ada yang selalu membuat saya selalu suka kerja anak-anak @StandUpIndo_SBY yang terbagi dengan jelas.  Misalnya malam itu, dari pintu utama jelas barisan rapi antrian masuknya tertib hingga teras gedung. Bahkan petugas tiket di dekat pintu masuk tak ragu menegur audience yan baru tukar tiket langsung memasuki antrian untuk kemudian mengambil antrian di belakang.
Saat masuk gedung kita sudah ditunggu beberapa kru untuk dipandu mencari seat demi memenuhi seat depan. Benar-benar diatur se-rapih mungkin.

Dibalik semua kelancaran dan kesuksesan Bangku Taman malam itu, sebuah Stand Up Show yang menggabungkan dengan aksi treatrikal dan musik pertama kali yang dibuat oleh @StandUpIndo_SBY ini menurut saya masih ada satu hal yang menurut saya mengganggu. Mungkin karena memang masih pertama kali ya, jadi hal-hal yang jarang saya lihat di setiap show yang dibuat @StandUpIndo_SBY ini terlihat mencolok bagi saya. Kurang Persiapan?

Saya jarang mendapati show yang dibuat @StandUpIndo_SBY ini telat dari jadwal yang sudah diumumkan. Tapi malam itu kami cukup lama menunggu. Kurang lebih baru sekitar 19.15 @donooo182 menaiki panggung dan membacakan peraturan selama show berlangsung.

Juga dari yang saya tuliskan di #DivisiMusik diatas, melihat empat orang dengan alat musik pasti harapan kami adalah mereka membuka acara dengan sebuah lagu atau sebuah opening statement sebelum show dimulai. Tapi yang kami lihat dan dengar hanya kalimat “Mungkin kalian bingung  ya ngapain kita disini, sama kita juga bingung”.
Saya pikir mungkin ini memang sebuah setting dramanya, tapi dari genjrang-genjreng hingga akhirnya show benar-benar dimulai, mereka tenyata juga menunggu kru yang lain menyiapkan properti. Sayang banget.

Atau yang ini, saat @donooo182 meminta percobaan mematikaan lampu sorot dan hanya menyalakan lampu panggung untuk dokumentasi penutup show, sepertinya kru agak kesusahan mencari tombol switch lampu melihat beberapa kejadian salah mematikan lampu. Daan saat pelaksanaan di akhir acara beberapa kali juga salah switch, sepertinya. Meskipun sedikit menunggu inilah hasil dari dimatikannya lampu di area audience. Tsakeups!
pic by @StandUpIndo_SBY
Beberapa hal kecil memang, karena hal ini jarang saya lihat di show-show @StandUpIndo_SBY sebelumnya yang selalu rapi dan tepat waktu. Semoga bisa menjadi masukan untuk show-show baru selanjutnya ya. Terima kasih mas @deddygigis selaku Director Bangku Taman dan teman-teman @StandUpIndo_SBY untuk kerja kerasnya di Bangku Taman yang masih tetap terlihat luar biasa kerennya malam itu.
Viva La Komtung!
Support Local Comic

1 comments