Charitri

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Photo by Bruno Vincent/Getty Images
Menghadapi masalah itu seperti berkendara saat hujan.
Melelahkan, memang. Namun tetap harus berhati-hati. Sederas apapun hujan saat itu. Selelah apapun kamu saat itu. Kembali ke tujuanmu dengan utuh meski lelah, meski basah. Sama seperti saat kamu menghadapi sebuah masalah. Meski tak pernah menginginkannya, selesaikan semua. Tak perlu terburu-buru, tak perlu mengeluh.  Kembali ke tujuanmu dengan utuh, meski dengan tangis, meski dengan hati teriris.

Menghadapi masalah itu seperti berkendara saat hujan.
Anggap deras hujan itu masalah yang menimpamu, sementara posisi berkendaramu adalah proses hidup yang harus tetap kamu jalani. Yang pastinya kamu harus tetap melaju tanpa harus terhenti karena hujan.  Boleh berhenti, tapi untuk memperkuat keadaanmu saat ini.  Untuk terus melaju dalam deras.

Kamu bisa gunakan jas hujan.
Dia ibarat teman-teman terbaikmu, juga keluargamu. Membuat kamu nyaman kala hujan. Mereka tak menjanjikan tubuhmu akan kering, namun setidaknya dia membuatmu tak kuyup oleh bulir air. Tak membuatmu terpuruk dalam masalahmu. Kamu masih bisa terus melaju diatas motormu. Mereka selalu ada menemanimu menerjang deras hujan.
Tarik ujung celanamu. Setidaknya tak akan membuatnya basah oleh genangan yang terlempar saat orang sebelahmu melaju kencang. Itu seperti kamu sudah siap menerjang masalahmu. Tak ingin deras hujan yang sudah mulai menggenang memberi pengaruh buruk pada tubuhmu, tak ingin deras masalah memberi pengaruh buruk pada pikiranmu.
Namun tetap berhati-hati dengan jalan didepanmu.
Jalanan itu lingkunganmu. Lubang menganga lebar itu hal negatif dalam ligkunganmu.
Tetap fokus, kenali dimana letak lubang disetiap jalanmu. Jalanan yang sering kamu lewati harusnya kamu hafal disetiap sudut adanya lubang. Sama seperti lingkunganmu. Kenali.

Hujan membuat genangan dimana-mana.
Masalah yang tak kunjung usai.
Tetap fokus pada jalan didepanmu. Tetap kenali lingkunganmu. Karena salah mengenali lingkunganmu, kamu bisa saja terjatuh. Terjerembab pada lubang yang tertutup genangan.

Tetap percaya Tuhan selalu menyertaimu. Tetap percaya jika dirimu sendiri yang mampu membawa dirimu untuk pulang, untuk sampai dimana tujuanmu. Diatas motormu, diatas usahamu. Dengan jas hujanmu, dengan sahabat dan keluargamu. Dengan insting letak lubang disetiap jalananmu, dengan kemampuan membaca lingkunganmu.
Yakin deras hujan tak selamanya membawa kesusahan, kamu juga harus ingat saat kamu setinggi  siku ayahmu, kamu pernah berlari riang ditengah deras hujan.

Surabaya, 24 Februari 2013.

Terjadwal Surabaya sebagai kota selanjutnya setelah Sidoarjo dalam rangkaian tour sang juara Stand Up Comedy Kompas TV Season 2, Genrifinadi Pamungkas | @GePamungkas.
Selamat Datang di 3GP Tour Surabaya.

pic. via @StandUpIndo_SBY
 Bertempat di Aula ABC lantai 3 FEB Unair, 3GP dimulai tepat pukul 18.00 WIB. Penggantian jam dan venue yang hanya beberapa hari sebelum 3GP Tour digelar sama sekali tidak mengurangi kesuksesan 3GP Tour malam itu.  Nyatanya (lagi-lagi) @StandUpIndo_SBY berhasil memberikan suguhan yang luar biasa bagi pecinta Stand Up Comedy di Surabaya dalam berbagai event. Termasuk 3GP Tour malam itu.

Dibuka dengan (yang mungkin) Auto Audio semacam record  dengan suara (yang mungkin juga) suara Ge malam itu sebagai tanda dimulainya 3GP Tour Surabaya. Dengan menjelaskan beberapa peraturan selama berlangsungnya acara, suara (auto) Ge dari dalam sana mulai memanggil opener lokal, dan estafet pemanggilan komika dilakukan oleh komika setelah menyelesaikan tugas mulia-nya. 3GP Tour ini tanpa MC.

Komika pertama, Muhammad Ubaidillah | @ubedbeud
Ubed on stage
Ubed on stage
Masih Ubed on stage

Komika kedua, Afrizal Ferdiansyah | @Pepenk_Pengdi
Pepeng on stage

Kok sama yak ini gaya-nya --"
Komika ketiga, Adiya Яahman Pradana (ini copas dari twitternya, R-nya emang gitu!) | @donooo182


Mukanya Dono emang gitu. Lempeng.

Setelah dibuka oleh tiga komika lokal kebanggaan @StandUpIndo_SBY , komika selanjutnya adalah opener tetap yang dibawa oleh @GePamungkas selama 3GP Tour berlangsung.

Awan Haryo Pamungkas | @awanpamungkas
Om Awan. Om??

Dengan berakhirnya materi-materi dari opener tetap 3GP, juga yang ditandai dengan gelapnya seluruh ruangan, lampu sorot yang berakhir pada banner 3GP didepan sana, dan berakhirnya segala kenangan bersama mantan. Mata para audience tertuju pada lampu sorot yang sesekali memberi penerangan jalan di tengah kursi para audience. Kode Ge bakal muncul dari belakang sudah bisa dibaca. Seluruh mata tertuju di pintu belakang kami. Yak, Yang Punya Acara setengah berlari menuju panggung disertai teriakan para GeRoupies (fanbase Ge). Refleks, saya juga histeris. Sepertinya malam itu saya otomastis terekrut. Aaaaaaaaaaaaaakkkkk.......
*abaikan*

Bang Ge Ganteng.


*puk-puk buat mba ini*






Sejujurnya saya tidak begitu mengikuti setiap liku *halah* Ge selama perform di tivi. Bahkan bukan salah satu followers dia di twitter, apalagi termasuk dalam jajaran GeRoupies. Tapi malam itu, di 3 Sisi Ge Pamungkas, saya mendapatkan banyak hal selain tawa.
Ya, karena di 3GP Tour kalian bisa belajar dari setiap bit milik Ge. Kalian tidak akan pulang dengan sisa tawa, dengan cerita gantengnya Ge saja atau dengan perut yang masih kram atau pipi yang terasa kaku. Dia tidak membiarkan kita hanya tertawa, dia memberikan sebuah, ya kalau menurut saya itu sebuah solusi, pencerahan dari semua kebegoan yang sudah kita pernah lakukan. HAHAHAHAAA
Dan Act-Out-nya Ge, MEMANG JUARA.





Tema 3GP Tour ini sudah saya buktikan di Surabaya. 
Dan memang luar biasa.

Mungkin sudah kebiasaaan saya yang susah membuka hati. Tapi mengutip lagu bang Pandji :
'Tak kenal maka tak sayang, makin kenal makin tau mana yang harus dibuang. Kami pantau dan kami awasiiii.....'
*keterusan nyanyi*
Ya, ga kenal bakal ga sayang. Ga suka karena ga ngerti. Kalo mau membuka hati dan mau mengenal pasti akan ada sayang. *apasih*
 #OKEINICURHAT #abaikan

Cari apa yang kalian ga tahu tentang Ge di 3GP Tour-nya. Bit-bit ringan hingga berat, termasuk blue materinya yang nakalnya ampun-ampunan, yang ga pernah kalian saksikan di tivi, ada malam itu. Setting panggung oke, penontonnya rame, materi yang hore.

Ya, lagi-lagi Selamat untuk @StandUpIndo_SBY yang juga lagi-lagi sukses disetiap event-nya. Terima kasih sudah membawa 3GP Tour.
Selanjutnya bawa bang Acho dong... :'( 
Dan lagi-lagi saya cuma bisa bilang, nonton Stand Up Show memang lebih cakep kalo live.

Viva La Komtung.     

pic. taken from arbainrambey.com

Aku menyukai pantai, juga laut. Namun sering bingung bagaimana menikmati mereka. Aku tak bisa berenang. Jadi, duduk di bibir pantai atau diatas cadas batu menjadi pilihanku. Diam. Menebar pandangan dari sudut paling kiri menarik garik lurus horizon kearah kanan. Lamat-lamat sambil memainkan pasir disela jemari kaki atau pasrah tampias ombak menerpa raga.
Cara lainku menikmati mereka.

Aku lebih senang diam, mendengar deru ombak yang berpacu dengan hembusan angin. Sibuk mengarahkan mata, tak ingin terlewat menarik setiap guratan ombak, rentang luas hamparan biru bergelombang. Sibuk menggerak-gerakkan jari, menggenggam dan melepas kembali pasir sepanjang rentang tangan.
Milyaran kubik air disana pasti mendengarku. Mengerti resahku. Tanpa aku bersuara. Buktinya, selalu saja perasaan lega datang setiap aku dihadapan laut atau sekedar menepi dibibir pantai. Seperti keluh ini diambilnya, menghilangkan sesak didada, menenggelamkannya di palung paling dalam. Meskipun selalu dibuat terisak diawal, laut selalu menghiburku dengan deru ombak yang berpacu dengan hembusan angin setelahnya. Dan seketika angin mengeringkan sisa air mata. Disaat itu aku sudah siap untuk kembali pulang.

Dari pantai/laut aku belajar tenang.
Tenang dari kepanikanku yang selalu bingung bagaimana cara menikmati milyaran kubik air didepan mata jika aku tak bisa berenang. Bagaimana menenggelamkan sesak tanpa aku harus mati tenggelam.
Mengendalikan atau menghadapi sesuatu tak harus dengan sibuk bercerita, bukan?
Tak harus sibuk mengumpulkan kata.
Diam dan pahami setiap jengkal sisi indah diluar sesakmu.
Bagaimana menikmati setiap sesak dengan cara yang berbeda.
Tunggu luas lautan mengambil sesakmu seperti percayamu akan cara bekerja Tuhan.
Dan sepulang dari sana, mamah habis setiap remah sesak yang tersisa.

Aku butuh pantai.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

halo!

isi-isi kepala yang mencari teman bicaranya

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • 3GP Tour Ge Pamungkas - SURABAYA
    Surabaya, 24 Februari 2013. Terjadwal Surabaya sebagai kota selanjutnya setelah Sidoarjo dalam rangkaian tour sang juara Stand Up Comed...
  • Little I Can - Arif Alfiansyah
    Setelah berkunjung di Satu Bangsa Dalam Tawa di Jember minggu lalu, di Surabaya masih ada satu standup show yang sudah saya beli tike...
  • BUS EKA JAHAT
    Barusan baca artikel kalau pengemudi bus Mira dan Eka pada mogok di terminal Solo karena ada selisih dengan bus lokal Jogja Solo. BODO AMA...

Advertisement

Arsip Blog

  • ►  2025 (3)
    • ►  Oktober 2025 (1)
    • ►  Juni 2025 (1)
    • ►  Februari 2025 (1)
  • ►  2024 (13)
    • ►  Desember 2024 (1)
    • ►  Oktober 2024 (1)
    • ►  Agustus 2024 (2)
    • ►  Juli 2024 (5)
    • ►  Juni 2024 (2)
    • ►  Mei 2024 (2)
  • ►  2023 (11)
    • ►  Agustus 2023 (2)
    • ►  Juli 2023 (1)
    • ►  Mei 2023 (1)
    • ►  April 2023 (1)
    • ►  Maret 2023 (3)
    • ►  Februari 2023 (2)
    • ►  Januari 2023 (1)
  • ►  2022 (23)
    • ►  Desember 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  Oktober 2022 (1)
    • ►  September 2022 (1)
    • ►  Agustus 2022 (1)
    • ►  Juli 2022 (5)
    • ►  Juni 2022 (2)
    • ►  April 2022 (3)
    • ►  Maret 2022 (3)
    • ►  Februari 2022 (2)
    • ►  Januari 2022 (2)
  • ►  2021 (3)
    • ►  Mei 2021 (1)
    • ►  April 2021 (2)
  • ►  2020 (2)
    • ►  Oktober 2020 (1)
    • ►  Juni 2020 (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Agustus 2017 (1)
  • ►  2016 (13)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  Agustus 2016 (1)
    • ►  Juni 2016 (1)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  April 2016 (3)
    • ►  Maret 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (1)
    • ►  Januari 2016 (1)
  • ►  2015 (15)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  Agustus 2015 (1)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (2)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  Januari 2015 (3)
  • ►  2014 (10)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  Agustus 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (1)
    • ►  Mei 2014 (2)
    • ►  Maret 2014 (2)
    • ►  Januari 2014 (2)
  • ▼  2013 (15)
    • ►  Desember 2013 (3)
    • ►  November 2013 (1)
    • ►  Oktober 2013 (1)
    • ►  September 2013 (2)
    • ►  Juni 2013 (1)
    • ►  Mei 2013 (2)
    • ►  April 2013 (1)
    • ▼  Februari 2013 (3)
      • Jika Masalah Itu Seperti Hujan
      • 3GP Tour Ge Pamungkas - SURABAYA
      • Aku Butuh Pantai
    • ►  Januari 2013 (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  November 2012 (1)
    • ►  Oktober 2012 (1)
    • ►  September 2012 (1)
    • ►  Juli 2012 (1)
    • ►  Juni 2012 (1)
    • ►  Mei 2012 (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Oddthemes

Copyright © Charitri. Designed by OddThemes