Charitri

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Sabtu, 17 November 2012.
Tercatat saya sudah 'punya' dua kursi VIP Set A 13-14 untuk acara Stand Up Night Universitas Negeri Yogyakarta dengan guest comic Muhadkly Acho @muhadkly.
Yes, Acho!! I Adore him. So Much!! Indeed!!!
Ha!!!

Berangkat dengan terburu-buru karena terjebak macet saat dari kantor, cukup membuat deg-dega-an bakal tertinggal kereta yang dijadwalkan jam 16.00. Mengingat ini perjalanan jauh pertama saya tanpa teman dan keluarga, desiran darah panik semakin menjadi. Yah, dengan kemampuan super si bapak saya berhasil menembus jalanan menuju Stasiun Gubeng hanya dalam waktu 30menit. Iya, 30 menit. *pegangin dengkul*

Tujuan awal saya memberanikan diri pergi ke Jogja bukan karena Acho semata. Saya hanya butuh liburan. Beberapa kali liburan selalu berakhir dalam sebuah perencanaan. Dan alhasil, perjalanan ini saya tak mengantongi itinerary sama sekali. Tapi untuk masalah untuk tidur harus saya selesaikan. Tertuju pada Jogjakarta Plasa Hotel yag satu-satunya hotel yang masih tersedia di tanggal kedatangan saya 16 November (malam), Eksekutif Deluxe Room-Pool View menjadi satu-satunya room yang memungkinkan untuk saya pilih. Karena hampir kebanyakan hotel di Jogja full booked di long weekend seperti kemarin. Dan lokasi JPH juga tidak terlalu jauh dari venue Stand Up Night UNY.

Acara dimulai sekitar 19.30 WIB dengan dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. What a touched opening.. :')
Baru nyadar ketika sudah di venue dan membaca poster mobile StandUpNight UNY di hape malam itu. 7 Opener Komika lokal??? Err.... Banyak banget!!!!
Menurut pengalaman yang sudah-sudah, terlalu banyak opener membuat saya sedikit was-was. Apalagi kalau semua openernya itu punya materi yang bisa bikin 'pecah'. Bisa habis tawa saya buat opener saja..
Oke, mari kita tinggalkan segala pikiran buruk untuk malam ini and enjoy the show..

Komika lokal pertama Erwin Baskara @erwinbas dengan menggendong galon air mineral kosong a la rapper dengan dengan compo-nya.



Komika kedua yaitu Gus Weda Satriya N @gusweda. Memperkenalkan diri sebagai seoarang comic syariah, komika ini muncul layaknya seorang ustadz. Ppfft. Materinya?? Syariah pula...


Komika ketiga adalah satu-satunya komika perempuan malam itu. Fransiska Devioga @Ogabaen. Komika mungil ini emang gemesin. Muncul dengan tarian a la Agnes Monica dan sepanjang materi membahas kecantikan Agnes dan Asmirandah yang diklaim justru mirip dirinya. Kesel juga sebenarnya dengan bit-bit Cewek Tinggi-nya. Kami cewek tinggi dibuatnya habis malam itu. Hahahaa.. >.<



Komika keempat ada Muh. Chandra Wiguna @chandra__oreo yang seorang Mahasiswa Pasca Sarjana. Satu-satunya yang berdandan nyantai abesss. Logat yang berbeda membuat dia sedikit berbeda dengan komika lain yang kalem santun layaknya pribumi Jogja. Pfftt..


Komika opener selanjutnya adalah Komika-komika dari @standupindojgj.
Bener-bener dibuat nganga sama komika satu ini. Awang Adjiewasita @awangizm. Berdandan a la full rapper dengan Susu Ultra Coklat kemasan gede ini cukup bikin absurd juga. Yang pertama bawa galon air mineral, yang ini bawa susu kemasan, Kurang unyu apalagi coba Awang ini. Dan dia, satu-satunya komika yang membawakan materi dalam bahasa inggris.. Keren!!!
Dan ini pertama kalinya juga saya menyaksikan show dengan bahasa inggris -afro american- (cmiiw). That was so GREAT!!!!!


Disusul oleh penampilan Gigih Adiguna @gigihadiguna. Komika kurus ini membuka dengan apik saat mengeksplor komika sebelumnya, Awang. Suasana makin riuh kala si Awang membumbui dengan aksi banting galon air mineral.


Ditutup oleh Alit Jevi Praba @alitalit_ . Muncul dengan hal yang tak terduga membuat saya cukup menikmati setiap dinamika tawa malam itu. Tampil bersama Arlene, seekor anjing ras Golden Retriever, Alit menutup rangkaian opener Stand Up Night UNY malam itu dengan sangat bagus.


Diiringi oleh Adam Levine dengan One More Night-nya, Muhadkly Acho @muhadkly tampil menawan malam itu. Gantengg..... *lap iler*
Ya.. Meskipun sedikit dengan suara serak :D


Dan berikut seluruh pengisi acara malam itu ;)
Eh, ada yang ga ada ya.. *salim buat yang ga ada di poto*


Oke, sekarang mari sedikit review mengenai Stand up Night-nya ;)

Sebelum berangat sebenernya sudah pasang ekspektasi yang ga terlalau tinggi. Karena selain sedikit jetlag karena banyaknya opener lokal dan sama sekali belum melihat mereka tampil, dari sisi Acho saya hanya ingin menikmati penampilannya. Karena dia disini dia seorang headliner -Guest Comic- dan tidak sedang menjalankan sebuah Stand Up Show khusus dirinya.
Bagi saya, memasang ekspekatasi sebelum menikmati sebuah stand up show itu penting. Jadi harus bedain konsep acaranya. Sama seperti mau bedain mau nonton openmic atau mau nonton stand up Show.

Ada satu hal yang membuat saya terdiam di kala semua audience tertawa disaat rentetan komika lokal tampil. Bingung.
Kenapa saya ga tertawa??
Ya, karena ternyata saya ga memahami sepenuhnya materi mereka.
Saya sedikit melupakan posisi saya disini sebagai pendatang. Dari Surabaya. Sementara acara ini digelar di Jogja, oleh komunitas milik sebuah Universitas di Jogja. Dan tentu saja, materi-materi para komika-nya adalah seputar Jogja dan sekitarnya. Saya melupakan itu.

Misal saja pada bit-bit hal yang identik dengan UNY. Racun tikus dan Sandal Crocs.
Kalau sebelumnya saya berjelajah terlebih dahulu disekitaran UNY, ketika ada bit ini saya pasti akan ikut tertawa malam itu. Sayangnya, saya hanya tertawa sendiri ketika salah seorang teman menunjukkan bagian dari bit Racun tikus dan Sandal Crocs tadi.
Ini pelajaran baru :)

Masih ada beberapa bit lagi yang sama kejadiannya dengan racun tikus dan sandal crocs tadi. Ya, itu menunjukkan jika saya benar-benar kurang memahami medan *ndrenges* :D

Masalah banyak opener?
Malam itu saya belum menemukan korelasi antara banyaknya opener dengan kehabisan tawa saat headliner muncul seperti yang awal tadi saya takutkan. :D
Komika lokal milik Jogja benar-benar memikat saya. Sebuah hal baru dari yang biasanya menikmati penampilan komika Surabaya dengan penyampaian khas Surabaya dan kini disuguhi oleh penyampaian yang 'Jogja' banget ;p
Ah, sungguh pengalaman yang luar biasa. 
*kebayang Awang + Alit* :D

Lalu hingga sampai kepada headliner malam itu. Ya, karena sudah membekali diri dengan 'medium-expectation' sebelumnya jadi ga sebegitu kecewanya :D
Saya menikmati setiap penampilan Acho malam itu. Yang sedikit mengganggu adaah ketika ada beberapa kali Acho menggunakan bit-bit lamanya. Seperti bit Joki Joget, Film India, Patung Pancoran..... :p
Ada juga bit-bit baru yang semacem di-upgrade. Bit Patung Pancoran kena tuh.. :D
Tapi pengalaman malam itu luar biasa pastinya. Akhirnya kesampaian ketemu sama Acho. Laki-laki kuat dengan segudang tawa yang bagi saya dia benar-benar pribadi yang luar biasa hebatnya. #AchoGarisKeras

Malam itu sempurna. Jogja dengan komika-komikanya, UNY dengan keberhasilan StandUp Night-nya, Acho dengan pesonanya dan kamu yang disampingku. Eh...
Oke, fokus.. *dikeplak*

Ini cara pandang saya sebagai seorang pendatang. Kekecewaan kecil akibat ketidak-jeliannya saya sebagai audience luar sama sekali tak mengurangi keberhasilan acara malam itu. UNY sungguh luar biasa.
Selamat Ulang Tahun, @standupUNY.




Minggu, 07 Oktober 2012.

Siang itu sudah antusias menunggu sore. Selain tak sabar bertemu sahabat yang baru saja  minggu lalu pulang ke Indonesia setelah melanjutkan studinya di Thailand, sore itu kami juga sudah ada janji untuk menonton StandUp Show-nya Kemal Palevi. Ya, Finalis keempat Stand Up  Kompas TV itu mengadakan rangkaian tour stand up-nya yang diberi judul Absurd Tour.
Iyaa, dia kan memang absurd *dijumroh kemalicious*.

Yang awalnya akan berangkat bertiga bareng sahabat saya satu lagi, sirna karena masih terjerat masalah pekerjaannya di hari Minggu.  Karena sayang akan tiket yang menganggur tanpa fungsi, melalui berbagai seleksi panjang nan lama akhirnya saya menemukan satu lagi teman SMA yang juga tertarik dengan dunia Stand Up Comedy. Terbentuklah Partner in Crime baru di Stand Up Comedy ini. Haha.
Nurul yang ternyata fans Kemal (entah dia sudah level kemalicious apa belum) dan juga Sas yang sering ngobrolin Stand Up Comedy bareng saya. Here we are!!

Aula Gedung D3 Unair B.
Jl. Srikana 65.
Alamatnya sederhana. Tapi engga kalo udah kena saya yang termasyur buta jalanan kota sendiri. Memilih taksi dan bertemu Sas di venue.

Berhubung beli tiketnya pre-sale dan bukan on the spot yang pasti harganya sedikit lebih mahal, jadi mesti tukar kuitansi ke tiket aslinya. Selain bisa beli pre-sale di akun twitter komunitas seperti @StandUpIndo_SBY , akun-akun twitter kemalicious seluruh nusantara juga pastinya ada.

The ticket!!


Antrian masuk aulanyaaaaa…. -___________-
Penuh abege-abege labil.
Ppftt.

Dibuka oleh Dua MC yang menobatkan dirinya sendiri ganteng sore itu.
Angga Prameswara @AnggaPrameswara miminnya @StandUpIndo_SBY dan Frendy Pradana Putra @topenk_enk , membuka Absurd Tour yang mampu menarik 416 audience. CMIIW.


Iyaaaa… Topenk Finalisnya Stand up Kompas TV Season 2.
Fufufufuuuuu~

Dimulai dengan tiga opener comic local kebanggaan Surabaya pastinya.
Dibuka dengan apik oleh Nurdian Prakasa G. @terlanjurgemuk
Comic gede satu ini berhasil membuka Absurd Tour Surabaya dengan bagus. Bagus banget malah untuk saya yang belum sama sekali nonton dia Open mic maupun StandUp.

Yang kedua ada Adiya Яahman Pradana @donooo182

Entahlah, itu nama di bio twitternya. Terserah bacanya gimana. Anak metal juga boleh punya sisi 4L4y kan??
*ppfftt
Comic metal nan jancuk-an ini juga berhasil membuat saya tertawa tanpa jeda. Personanya yang emang metal abis, dan pembawaan yang santai sukses menyambung tawa dari opener yang pertama.

Comic local yang terakhir adalah Muslim @TretanMuslim.

Comic asal Madura ini dikenal sebagai comic nasionalis dan cinta daerahnya karena setiap show-nya *halah* selalu mengenakan kaos khas Madura yang belang Merah-Putih ituuu :))
Logatnya yang masih ‘medok’ Madura dan selalu konsisten membawa materi mengenai daerahnya. Bahkan tak jarang segala keburukan daerahnya dikupas habis dalam setiap materinya. Heran X’)))

Setelah habis 3 Opener comic local, saatnya opener yang dibawa langsung oleh Kemal.
Yogy Setiawan @setiawanyogy.

Yang sering mantengin Stand Up Comedy-nya Metro TV pasti ga asing sama comic satu ini. Bukan, bukan RCTI. Itu Dera Idol, ini Yogy woii.. :)) | Mirip siiihh......
Hiyak, tampang yang lumayan metal dengan rambut gondrong semi rebonding ini dibawa Kemal dalam Absurd TOurnya Regional Jawa Timur. Tauk deh, rute selanjutnya dipake lagi apa kagak *dirajam yogynisme*
Bagi saya yang yah-lumayan-lah-beberapa-kali ngikutin dia open mic di Stand Up Comedy Metro TV, udah kebayang banget bakal bawain Blue Materi-nya. Selain bit-bit agamisnya yaaa….
Sempet mikir, kalopun bakal bawain Blue Materi pasti bakal dikurangin deh. Kenapa?
Karena disini audience masih banyak yang sekolah. SMP bahkan SD bareng orang tuanya pula.
Dan ternyata Engga!!! Porsinya masih sama!!!
HAHAHAHAHA….
Sempet awkward ples ‘kok gini sih’, banyak anak kecil woyy…
Tapi ya balik ke ciri khasnya si Yogy sih ya yang Mesum Syariah.
Hahahaa…
Jadi, ada jeda ketawa disaaat momen canggung doang sih :D

Tiga Opener local plus Opener Bintang Tamu sudah kelar, it time for……………………………………………
*deerererererererreererererrereerreeenggggg*
Kemal!!
Aula D3 FEB Unair semakin bergemuruh saat 2 MC memberi kesempatan untuk memanggil Kemal.
KEMAL… KEMAL… KEMAL… KEMAAL….
(NOOO… I’m not the part of them!!!! >.< )
Kemal keluar malah semakin bergemuruh.
Percaya atau ga saya nulis ini sambil merinding loh.
Merinding soalnya ada pacar yang sambil meluk dari belakang sih. Ouuhhh…
Pacarnya sapa ya.. #persoalan
#OkeABAIKAN

Dibuka dengan pembacaan surat 4L4y dari Kemalicious yang lumayan jadi pemanasan, dan dilanjut langsung dengan Stand Up Show-nya dengan kalimat Jancuk-nya. Hahahaha. Shit.

But, I’m with Kemalicious when they said if Kemal is so ganteng.
HAhahaa…
Ganteng banget emang kalo dari deket :p
Oke, Fokus!!

Sepanjang bit-bit Kemal ada beberapa yang membosankan. So Sorry to say…
Dan ini membawa banyak jeda saya diam. Bahkan sempet ngelamunin calon gebetan yang baru sampe gebetan lama yang kunjung member itikad baik.
#OkeSorry #IniCurhat #Abaikan
Bahkan sempet saya tweet di akun twitter saya, jika penampilan opener-opener-nya Absurd Tour lebih bagus dari Kemalnya sendiri.
Entah karena saya bukan Kemalicious atau saya lagi patah hati, Absurd Tour berasa biasa aja. Tawa saya untuk mereka para opener Absurd Tour. *standing ovation*
Bit-bit Kemal yang Call-back melulu jadi udah bisa nebak kemana arahnya. CMIIW.
That’s the point of boring shownya.

Tapi liat unyunya Kemal, bisalaaah itu dimaafkan :3
Uwuwuwuuwuuuuuuuu……..

Ada satu hal yang bagi saya ini sedikit mengecewakan yang saya temui disini dibanding StandUp Show Pandji atau Ernest. Foto sesionnya diutamakan yang udah beli kaos, Sob *nada Kemal*
Hahaa… Iya. Jadi, kalo kalian mau foto mesti beli kaos dengan gambar si Kemal itu dulu. Yang harganya Rp. 100.000/pcs. Dengan bahan yang yang dari jauh pun keliatan kalo tipis banget :’(
Oke, mungkin hari ini bukan harinya buat dapet koleksi foto bareng Comic.
Ga nyalahin atau gimana juga sih, mungkin ini sebuah kebijakan manajemen kali  ya. Dengan audience 400 lebih, pasti bakal lama banget kalo dihabisin buat foto-foto doang. Jadi, ‘mungkin’ terpilihlah option yang beli merchandise Kemal diberi fasilitas foto bareng terlebih dulu.
Yang ga beli kayak saya gimana? Sepertinya masih bisa, tapi pasti bakal lama banget.
Hohohohooo…
Saya sih, lebih milih cabut saat itu :D

Tapi ini jadi pengalaman baru tentunya. Kemal dan Yogy menambah daftar comic ibukota yang sudah saya nikmati. Saya nikmati karyanyaa..

Sebagai penikmat Stand up Comedy, tawa kita menjadi bagian dari riuhnya tawa sebuah pertunjukan Stand up Comedy bergengsi itu menyenangkan. Menyenangkan sekali.
Jangan hanya nonton di tivi. Coba nonton langsung, atmosfernya berbeda. Feelnya lebih luar biasa.
Dan kali ini, saya tak salah jatuh cinta.
Pada Dunia Baru ini.
Dunia Stand Up Comedy.
pic. Via Google




Semalam, hatinya gusar. Entah bagaimana kenangan itu bisa terbaca. Terbongkar tanpa perlawanan. Ia sadar sepenuhnya, hatinya tak harus seperti ini. Hatinya tak harus serendah ini.
Yang masih membaca setiap baris kenangan manis dulu. Mendekap peluh lusuh ketika datang rindu atau sekedar memejamkan mata kala hatinya sudah terlalu penuh. Bukan karena ia tak ingin beranjak melangkah, namun kenangan itu harusnya tak lagi ada ketika janji tak bisa lagi ditepati, ketika penghianatan sebenarnya yang ia terima. Harusnya.

Ia masih simpan setiap kenangan manis atau pahit itu. Tak ada niat untuk mengharap kenangan itu terajut kembali. Itu terlalu rumit untuk dirajut. Hidup kenangannya sudah baru bersama pasangan hidupnya. Kenangan mereka tak selebihnya manis, bahkan teramat banyak rasa pahitnya. Dan ia masih tetap menyimpannya. Lengkap tanpa terlewat.

Ditatapnya barang-barang penyulut gusarnya malam ini. Orang lain terlalu dangkal menilai hidupnya. Orang lain terlalu mudah memasuki ruang hatinya. Dan dia terlalu mudah mengabulkan itu semua. 
Entah salah siapa. 
Barang-barang itu masih tersimpan rapi, se-rapi hati menyimpan sosok dibelakangnya didalam hati. Baginya ini hanya pengingat rasa sakinya. Agar nanti ia tak lagi terjatuh. Juga pengingat jika sebelum masa kelamnya saat ini, setidaknya ia pernah merasa bahagia.

Dibungkusnya semua kenangan itu dalam sebuah kotak harapan barunya. Ia sudah harus siap dengan hidup yang menunggunya didepan, yang siap untuk ditata ulang. Ia juga harus mempersiapkan hati, yang sudah lama ia biarkan kosong tanpa isi.
Didekapnya lama kotak harapan itu. Ia pejamkan matanya dan betul saja, ia sudah menemukan kenangannya didalamnya. Segera ia buka mata, siap melepas kotak harapannya terbang. Membiarkan kenangannya hilang disapu cahaya pagi.

Selamat pagi, Hati yang Semoga Baru…

10 Juni 2012
Pagi itu saya sudah bersemangat karena minggu lalu sudah merencanakan untuk sambang kota asli sahabat saya semasa kuliah, Uchie. Duilehhh... semasa.

Gresik.

Sederhana. Bahkan bisa dibilang biasa saja. Lah wong ke Gresik aja kok girang.
Hmm...
Ga tau ya, tapi hari itu bisa dibilang lumayan bikin pikiran seger lagi setelah berminggu-minggu stuck dengan kerjaan :D

Diawali dengan dipaksanya ikut makan pagi siang sama ibu si Uchie, kita langsung ke Alun-Alun Kota Gresik. Tempatnya asik, bagus.. Parkirnya Gratiiissssss.... #AkuCintaGratisan \o/
Mungkin karena masih siang jadi masih ga seberapa rame. Di Pendoponya teduh sudah bejejer muda-mudi *halah* dengan gadget masing-masing. Bahkan ada yang bawa laptop segala. Dan ternyata tersedia Hotspot WiFi.Ada tiga WiFi 'open' malah yang salah satu milik Kantor semacam Pemkab. Sepertinyaa.. Hehehe.. Lupa :D
Maapkeen...
*salim satu-satu*

Setelah itu saya langsung diajak ke Pelabuhan Lama. Awalanya sempet bingung. Hah? Ke Pelabuhan? Ngapain??? Liat apa??? *pesimis*
Masuk pintu gerbang udah mulai ilfeel.
Tapi, setelah masuk kedalamnyaa..........

Pelabuhan menuju Pulau Bawean
Melongo aja gitu... :D
Entah emang saya yang lagi kangen banget sama hamparan air macam laut atau emang tempatnya bagus, beberapa saat saya cuma bisa melongo (baca: mendadak galau) :D

Mejeng Dikit X'))


Nah, kalau perahu kecil itu bisa disewakan. Rute mengitari sekeliling Pelabuhan dengan Rp. 25.000
Saya ga naik sih, nyali kecil aja gegara ga bisa berenang. :D
You know what i'm afraid about, right??
Hahahahaaa....






Setelah berfoto-foto AnjisNarsis bersama Uchie di PElabuhan dan ternyata menghabiskan waktu paling lama. Sampe ga sadar kalo hari sudah sore.
Dan kemudian dilanjut dengan ibadah mengisi perut yang masing-masing mengalunkan nada gemuruh peperangan (baca: kelaparan sangat)

Tertuju pilihan disebuah Cafe baru di sebelah toko Buku Togasmas, Gresik.
House of De'Lodji

( ._.)/| potonya miring |   

Tempatnya unik. Konsepnya Rumah Tua gitu. Dan niatnya niat banget (ya iyalah pit) semua perabotan didalamnya berasa di rumah-rumah jaman dulu. Unik.

bukan oplet 


Salah satu spot House of De'Lodji


 Dan makanannya...........

rakus

Jangan terkecoh wahai, calon-calon gebetan saya...
Makan saya ga sebanyak itu. Itu porsi untuk berdua dengan sahabat saya. jika memang porsi itu masih terlalu banyak, anggap saja itu sebagai rasa syukur bisa liburan dikota sahabat saya *ngeles*

Setelah urusan ibadah untuk perut, mendadak kita batal untuk melanjutkan perjalanan. Selain sudah mulai sore dan besok harus kerja lagi ditambah entah mengapa mendadak mendung gelap seakan mau hujan deres, dengan segala kerendahan hati kami memutuskan untuk kembali.

Emang setan narsis ga pernah jauh-jauh dari saya dan Uchie...
Kami mendadak mampir di perbatasan Surabaya-Gresik.
Apalagi kalo ga foto-foto. Seakan alam mendukung perjalanan kami, mendung gelap tadi seketika menghilang (--,)

Selamat Datang di Kota Gresik
Dengan parkir dipinggir jalan dengan deg-degan. Ternyata sudah ada 2 rombongan yang terlebih dulu foto-foto :D
Seakan menguasai lahan bagus, mendadak kami bergantian menjadi tukang foto. Bhahahhaaakk...

Semoga Ibuku tak melihat pose ini :(
fufufufufuuuu~~~
Hohohohoooo.....
Cukup deh ya, takut yang baca pada muntah liat foto saya gitu kan.
Terimakasih buat Uchie dan keluarga yang begitu sangat baik sekali menyambut saya di Gresik :')
Padahal baru pertama main tapi berasa udah kenal lama. Tengkyu ya Cicii... :p
Nih, yang penasaran sama wujud Uchie yang sebenernya.. (--,)


kok mesra gini ya. Hadeeh


Oke, selesai sudah postingan hari ini. Semoga beban hati terkurangi setelah ditumplek di blog hari ini.
Masih ada banyak yang pengen ditulis. Semoga masih bisa jalan-jalan lagi. 

Melangkahlah, melangkahlah sejauh kau bisa. Lihatlah keindahan Indonesia, sebuah negeri yang pantas disebut surga. ~TravelQuote




Entah apa yang diingin hati.
Langkahnya tak kudapati berderap. Bahasanya tak dapat kumengerti. Tapi airmatanya terus mengalir seakan tak ada muara di jari tangan yang menyekanya.
Ia kehilangan arah.
Takut melangkah, enggan berbincang.
Dia diam.

Ada apa ini?

Pandangannya tak lagi membuat sekitarnya bersuka.
Senyumnya tak lagi memberi kehangatan hidupnya.
Yang dia tahu, dia hampa. Kosong.

Bak pelaku seni televisi, dia melangkah anggun. Auranya dibuat menjura tak terhingga. Senyumnya manis.
Getir.

Entah sampai kapan ia bertahan.
Berpikir untuk berhenti pun enggan.
Hidupnya hilang.
Kosong.

Tak ada yang bisa mengamati bagaimana ia tersenyum.
Bagaimana ia berusaha tersenyum lebih tepatnya.

Seringnya terjatuh membuat ia lupa bagaimana rasanya sakit.
Memaksanya dia punya hati untuk bisa tegar layaknya senyum yang terlatih untuk berdusta.
Begitu tersesatnya hidupnya sekarang.
Kawan pun kurasa dia tak punya.

Dia berduka.
Berduka untuk hidup dan hatinya.
Sendiri.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

halo!

isi-isi kepala yang mencari teman bicaranya

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • 3GP Tour Ge Pamungkas - SURABAYA
    Surabaya, 24 Februari 2013. Terjadwal Surabaya sebagai kota selanjutnya setelah Sidoarjo dalam rangkaian tour sang juara Stand Up Comed...
  • Little I Can - Arif Alfiansyah
    Setelah berkunjung di Satu Bangsa Dalam Tawa di Jember minggu lalu, di Surabaya masih ada satu standup show yang sudah saya beli tike...
  • BUS EKA JAHAT
    Barusan baca artikel kalau pengemudi bus Mira dan Eka pada mogok di terminal Solo karena ada selisih dengan bus lokal Jogja Solo. BODO AMA...

Advertisement

Arsip Blog

  • ►  2025 (3)
    • ►  Oktober 2025 (1)
    • ►  Juni 2025 (1)
    • ►  Februari 2025 (1)
  • ►  2024 (13)
    • ►  Desember 2024 (1)
    • ►  Oktober 2024 (1)
    • ►  Agustus 2024 (2)
    • ►  Juli 2024 (5)
    • ►  Juni 2024 (2)
    • ►  Mei 2024 (2)
  • ►  2023 (11)
    • ►  Agustus 2023 (2)
    • ►  Juli 2023 (1)
    • ►  Mei 2023 (1)
    • ►  April 2023 (1)
    • ►  Maret 2023 (3)
    • ►  Februari 2023 (2)
    • ►  Januari 2023 (1)
  • ►  2022 (23)
    • ►  Desember 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  Oktober 2022 (1)
    • ►  September 2022 (1)
    • ►  Agustus 2022 (1)
    • ►  Juli 2022 (5)
    • ►  Juni 2022 (2)
    • ►  April 2022 (3)
    • ►  Maret 2022 (3)
    • ►  Februari 2022 (2)
    • ►  Januari 2022 (2)
  • ►  2021 (3)
    • ►  Mei 2021 (1)
    • ►  April 2021 (2)
  • ►  2020 (2)
    • ►  Oktober 2020 (1)
    • ►  Juni 2020 (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Agustus 2017 (1)
  • ►  2016 (13)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  Agustus 2016 (1)
    • ►  Juni 2016 (1)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  April 2016 (3)
    • ►  Maret 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (1)
    • ►  Januari 2016 (1)
  • ►  2015 (15)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  Agustus 2015 (1)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (2)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  Januari 2015 (3)
  • ►  2014 (10)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  Agustus 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (1)
    • ►  Mei 2014 (2)
    • ►  Maret 2014 (2)
    • ►  Januari 2014 (2)
  • ►  2013 (15)
    • ►  Desember 2013 (3)
    • ►  November 2013 (1)
    • ►  Oktober 2013 (1)
    • ►  September 2013 (2)
    • ►  Juni 2013 (1)
    • ►  Mei 2013 (2)
    • ►  April 2013 (1)
    • ►  Februari 2013 (3)
    • ►  Januari 2013 (1)
  • ▼  2012 (6)
    • ▼  November 2012 (1)
      • Stand Up Night - UNY
    • ►  Oktober 2012 (1)
      • Absurd Tour Surabaya
    • ►  September 2012 (1)
      • Tak Perlu Berlari, Berjalanlah saja.
    • ►  Juli 2012 (1)
      • Trip To Gresik ~~~~\ o/
    • ►  Juni 2012 (1)
      • --
    • ►  Mei 2012 (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Oddthemes

Copyright © Charitri. Designed by OddThemes