Charitri

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Secara harfiah Idol  atau juga bisa disebut Idola adalah bentuk yang kita puja, tapi dalam hal ini aku akan berbicara dalam subjek manusia; kamu.

Aku masih juga mencari jawaban apa darimu yang begitu kusukai, meski hatiku sendirilah yang paling tau maunya apa. Tapi segala kemustahilan untuk memiliki apa yang kusukai dan itu adalah kamu, itulah yang selalu membuat isi kepalaku tiba-tiba sibuk menghitung jarak antara kenyataan dan harapan bersamamu. Jauh. Bukan jarak, tapi segala kemungkinan atas berhasilnya perjalananku ini.

Kamu, punya segala apa yang hatiku sukai; aku tahu itu. Tapi segala ketidakmungkinanku memilikimu hanya bisa membawaku pada labirin kecil yang tak ingin kucari jalan keluarnya. Aku terus berputar-putar demi terus berada dalam orbitmu, menjaga kesadaranku sendiri agar terus berada dalam batas perasaan ini karena aku tahu semakin aku mengagumimu semakin bertambah jarak ini.

Kamu, idola yang mengalihkan semua kepenatan hidupku tanpa panggung juga riasan. Yang cukup kehadiranmu dan semua percakapan juga nyanyian hingga depan rumahku adalah sejenak yang menyelamatkanku dari semua rasa sakitku. Separuh dunia yang kutau pun bahkan menyanjungmu, maka kurayakan kedekatan yang tak seberapa ini dengan tak lagi tamak utuh memilikimu.

Seseorang pernah bilang, aku ini seperti vending machine.

Apa yang mereka jelas inginkan terhadapku pasti akan kuberikan, namun sayangnya aku terlalu murah hati untuk ukuran vending machine yang selalu mempunyai harga di tiap barang yang mereka punya. Aku hanya cukup menerima kebaikan sekali lalu segalanya bisa kuberikan sebagai imbalannya. Aku tersentak, rasanya ini kali pertama aku mendengar hal seperti ini dan entah mengapa terasa begitu menyedihkan.

Aku tak penah menang akan kebaikan orang lain yang membuatku merasa diterima, mungkin itu sebabnya sekali aku merasa diterima aku bisa memberikan apapun agar tak pernah ditinggalkan nantinya. Tapi mendengar ucapannya aku tersadar, aku bisa kosong dan habis.

Mungkin itu mengapa semua orang pada akhirnya memilih pergi.

Pada akhirnya aku memang tak pernah menjadi tujuan siapapun, aku tak lebih hanya sebuah mesin pemenuh kebutuhan. Hanya menunggu waktu jika tak ada lagi yang bisa kuberikan lalu akhirnya ditinggalkan dan menunggu mereka kembali selagi aku memenuhi diriku lagi karena nyatanya aku bukan favorit siapapun; mereka terus kembali hanya karena aku memang tak pernah pergi kemanapun.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

halo!

isi-isi kepala yang mencari teman bicaranya

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • 3GP Tour Ge Pamungkas - SURABAYA
    Surabaya, 24 Februari 2013. Terjadwal Surabaya sebagai kota selanjutnya setelah Sidoarjo dalam rangkaian tour sang juara Stand Up Comed...
  • Little I Can - Arif Alfiansyah
    Setelah berkunjung di Satu Bangsa Dalam Tawa di Jember minggu lalu, di Surabaya masih ada satu standup show yang sudah saya beli tike...
  • BUS EKA JAHAT
    Barusan baca artikel kalau pengemudi bus Mira dan Eka pada mogok di terminal Solo karena ada selisih dengan bus lokal Jogja Solo. BODO AMA...

Advertisement

Arsip Blog

  • ►  2025 (3)
    • ►  Oktober 2025 (1)
    • ►  Juni 2025 (1)
    • ►  Februari 2025 (1)
  • ►  2024 (13)
    • ►  Desember 2024 (1)
    • ►  Oktober 2024 (1)
    • ►  Agustus 2024 (2)
    • ►  Juli 2024 (5)
    • ►  Juni 2024 (2)
    • ►  Mei 2024 (2)
  • ►  2023 (11)
    • ►  Agustus 2023 (2)
    • ►  Juli 2023 (1)
    • ►  Mei 2023 (1)
    • ►  April 2023 (1)
    • ►  Maret 2023 (3)
    • ►  Februari 2023 (2)
    • ►  Januari 2023 (1)
  • ▼  2022 (23)
    • ►  Desember 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  Oktober 2022 (1)
    • ►  September 2022 (1)
    • ►  Agustus 2022 (1)
    • ►  Juli 2022 (5)
    • ►  Juni 2022 (2)
    • ►  April 2022 (3)
    • ►  Maret 2022 (3)
    • ►  Februari 2022 (2)
    • ▼  Januari 2022 (2)
      • Idol
      • Vending Machine
  • ►  2021 (3)
    • ►  Mei 2021 (1)
    • ►  April 2021 (2)
  • ►  2020 (2)
    • ►  Oktober 2020 (1)
    • ►  Juni 2020 (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Agustus 2017 (1)
  • ►  2016 (13)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  Agustus 2016 (1)
    • ►  Juni 2016 (1)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  April 2016 (3)
    • ►  Maret 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (1)
    • ►  Januari 2016 (1)
  • ►  2015 (15)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  Agustus 2015 (1)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (2)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  Januari 2015 (3)
  • ►  2014 (10)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  Agustus 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (1)
    • ►  Mei 2014 (2)
    • ►  Maret 2014 (2)
    • ►  Januari 2014 (2)
  • ►  2013 (15)
    • ►  Desember 2013 (3)
    • ►  November 2013 (1)
    • ►  Oktober 2013 (1)
    • ►  September 2013 (2)
    • ►  Juni 2013 (1)
    • ►  Mei 2013 (2)
    • ►  April 2013 (1)
    • ►  Februari 2013 (3)
    • ►  Januari 2013 (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  November 2012 (1)
    • ►  Oktober 2012 (1)
    • ►  September 2012 (1)
    • ►  Juli 2012 (1)
    • ►  Juni 2012 (1)
    • ►  Mei 2012 (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Oddthemes

Copyright © Charitri. Designed by OddThemes