Secara harfiah Idol atau juga bisa disebut Idola adalah bentuk yang kita puja, tapi dalam hal ini aku akan berbicara dalam subjek manusia; kamu.
Aku masih juga
mencari jawaban apa darimu yang begitu kusukai, meski hatiku sendirilah yang
paling tau maunya apa. Tapi segala kemustahilan untuk memiliki apa yang kusukai
dan itu adalah kamu, itulah yang selalu membuat isi kepalaku tiba-tiba sibuk
menghitung jarak antara kenyataan dan harapan bersamamu. Jauh. Bukan jarak,
tapi segala kemungkinan atas berhasilnya perjalananku ini.
Kamu, punya segala
apa yang hatiku sukai; aku tahu itu. Tapi segala ketidakmungkinanku memilikimu
hanya bisa membawaku pada labirin kecil yang tak ingin kucari jalan keluarnya.
Aku terus berputar-putar demi terus berada dalam orbitmu, menjaga kesadaranku
sendiri agar terus berada dalam batas perasaan ini karena aku tahu semakin aku
mengagumimu semakin bertambah jarak ini.
Kamu, idola yang
mengalihkan semua kepenatan hidupku tanpa panggung juga riasan. Yang cukup
kehadiranmu dan semua percakapan juga nyanyian hingga depan rumahku adalah sejenak
yang menyelamatkanku dari semua rasa sakitku. Separuh dunia yang kutau pun
bahkan menyanjungmu, maka kurayakan kedekatan yang tak seberapa ini dengan tak
lagi tamak utuh memilikimu.
