Charitri

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us
Untuk @lely_setyawan87

Entah bagaimana jaring abstrak ini menemukan kita dalam semesta yang luasnya tak kira-kira. Begitu saja hingga kini sesekali aku merindukanmu seperti seorang adik yang yang ditinggal kakaknya menikah dan hidup di luar sana. Rindu sekali.

Aku ingat pertama kali kita bertemu, seperti seorang kakak yang menemukan adiknya tersesat lalu diberi makan. Diajak berbincang lalu saling berpelukan. Nyaman sekali rasanya.
Bahkan aku tak malu melihatmu lamat-lamat saat mengunyah sampai beberapa kali mencubit pipimu gemas. Padahal itu pertemuan pertama kita. Untung saja itu kamu ya mba bukan gebetan, bisa-bisa aku dituduh wanita cabul. Hehe.

Terima kasih untuk menyapaku lebih dulu waktu itu, terlebih kalau tidak salah mengingat, saat itu aku sedang tertekan dengan keadaan bapak yang sakitnya tak seperti biasanya. Meski dengan membacanya, aku seperti dikuatkan oleh setiap doamu. Pun berkat doa-mu, hingga hari ini aku masih bisa menemani si bapak. Terima kasih.

Karenamu juga si anak ragil dengan ini bisa merasakan bagaimana mempunyai kakak perempuan. Meski sekalinya dapat, si kakak sudah menikah dan tinggal dengan suaminya. Terima kasih.

Hari ini tepat setahun pertemuan pertama di sekian waktu perkenalan kita. Terima kasih atas telinga yang selalu siap mendengarkan, mata yang terus memperhatikan, peluk yang menenangkan juga pipi yang selalu menjadi medan cubitan. Sehat dan berbahagialah di setiap kakimu melangkah bersama suami dan semoga tahun ini, menjadi ibu bisa kau dapati.


pic. via Google
Sudah tau kenapa saya belajar nulis kan? Dulu saya pernah bilang karena saya ga bisa membuat orang lain mendengar saya. Entah itu kemampuan bicara saya yang kurang menarik perhatian atau memang mereka teman-teman saya ini tergolong orang yang tidak tertarik tentang hidup atau permasalahan orang lain atau juga saya yang terlalu percaya diri menyebut mereka “teman” sementara itu mereka menganggap saya bukan apa-apa. Mungkin setelah itu, banyak yang menobatkan saya sebagai pendengar yang baik.

Pendengar yang baik.
Saya rasa sih ya karena tak ada alasan untuk menghentikan cerita mereka dan mengganti dengan cerita yang saya punya. Paling juga bertahan 30 detik lalu mereka potong dengan cerita mereka. Akan terus begitu. Entah kesukaan saya mendengar cerita orang lain ini ada karena memang saya tumbuh dengan rasa suka ini atau setelah keadaan sekitar yang seringnya tak member isaya kesempatan bercerita. Maunya sih berhenti sejenak lalu melihat kebelakang dan melihat apa yang salah. Tapi dipikir-pikir malas juga, toh mau menarik mereka untuk melihatku aku pun sudah muak sebenarnya melihat mereka. Haha. Bukan, bukan perkara bagaimana paras  mereka. Tapi sudah seakan mengerti apa yang mereka permasalahkan dari raut wajahnya. Seakan di kepala saya ini ada susan cabinet macam loker berisi cerita permasalahan hidup setiap orang. Yang dengan saya menatap raut wajahnya akan otomatis scanning data yang terhubung dalam mesin pencarian di kepala saya. Ah, canggih sekali.


Kali ini ada satu yang mengganggu. Kehidupan sosial ini semakin pelik saja. Bukan hanya dipotong setiap pembicaraan saya, kali ini bertambah dengan beberapa orang dalam satu meja dengan saya memotong dan melanjutkan pembicaarn seakan saya tak ada di sekitar mereka. Jadi sudah tau apa selanjutnya? Saya seperti melihat permainan badminton dengan multiplayer, shuttle cock kemana arahnya saya ikuti. Seakan tersadar sesuatu, sepertinya saya punya kekuatan super untuk menghilang. Invisible.
Hari Minggu pertama saya di 2015 diawali dengan badan sedikit anyep, perpaduan antara setelah demam menuju kesembuhan. Halah. Tapi masih bisa nyempetin lari-lari kecil di lapangan atletik kampus belakang rumah. Sudah, ga usah ngarep tadi nulis lari dari kenyataan. Ini 2015, ganti jokes ah.

Jadi karena sudah mengorbankan satu event stand up show di hari sebelumnya karena sakit, hari Minggu itu saya bertekad harus datang di stand up show yang katanya lebay pembawaannya. Katanya. Eniwe, 2015 masih terima kata lebay ga sih? Kalau sudah engga, saya ganti nih.

OVERACTING.
Sebuah stand up show yang digawangi dipersembahkan oleh tiga jebolan Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV tanpa gelar juara *diuncal stand mic* ini digelar Minggu, 4 Januari 2015 di Gedung RRI depan Delta Plasa Surabaya. Kalau ada yang bilang ini aktivitas penutup liburan saya sebelum menyerahkan diri ke kubangan angka dan dokumen esok hari, senang hati saya iyakan.
Sesuai namanya, Overacting ini menyajikan sebuah stand up show yang over act out dan over petakilannya.

Dibuka oleh Firza dan Dodit sebagai MC, Overacting Surabaya resmi dimulai *ehem*

Firza:


Dodit:

Seperti biasa, dibuka oleh beberapa opener komika lokal. Dan di Overacting Surabaya ini dibuka oleh empat komika yang mendapat Golden Ticket dari Kompas TV.

Gandi
Yang katanya mantan preman tapi sekarang sudah kerja "ikut” orang.
Ini kedua kali saya lihat penampilannya, tapi pertama di atas penggung besar seperti malam itu. Beberapa bit terasa familiar karena sudah mendengar di pertama kali saat dia ikut lomba, tapi hasilnya masih tetap saja misuh-misuh ketawanya. Sayang nungguin “ayo semangat” tapi ga dimunculin.

Pepeng
Artis Korea naturalisasi Zimbabwe yang ternyata doyan drama Korea juga. Kalau mau milih, saya pilih penampilannya di Indonesucks sih. Hehehehe *pasang ost The Heirs*

Ibnu Harry

Hokeh ini komika yang buat saya ngos-ngosan ngikutin dia nyampein materinya dari awal sampe akhir. Sebenernya enak ngikutin tiap bitnya tapi ngos-ngosan-nya itu loh yang bikin berasa capek dengerinnya. Ya namanya juga Overacting ya.. *lap keringet*


Lukman + Lutfhi
Si kembar yang nampaknya selalu copy paste di awal bitnya ini mulai sering saya lihat. Lumayan kaget sama pemilihan kata di blue material plus act-nya jadi masih kedengeran ketawa-ketawa canggung di kejauhan. Halah. Tapi delivery sama closing-nya lucuk gilak >.<

*lampu di gedung dimatiin lalu masuk inti acara*
Halah.


Pras Teguh
Finalis 4 besar Stand Up Comedy Kompas TV session 4 ini tampil pertama dari tiga headliner Overacting. Membuka penampilannya dengan memainkan harmonica yang katanya ga mau kalah sama biolanya Dodit ini bener-bener pecah hingga akhir penampilannya. Dengan suara lantang dan act out yang over tentunya bener-bener enak banget diikutin.

Arif Alfiansyah

Masih dari finalis Stand Up Comedy Kompas TV session 4, Arif menjadi komika selanjutnya setelah Pras Teguh. Komika yang sudah pernah menggelar stand up show-nya Little I Can ini sempat menanyakan gimana performanya malam itu, apa ada peningkatan? Tanya-nya. Kalau saya sendiri melihatnya tentu sudah banyak banget peningkatannya. Engga lagi banyak lupa-lupa materi yang membuat dia sering ke pojokan panggung untuk ngintip materi apa selanjutnya jadi ga ngerasain jeda lama untuk dia nginget mau ngomong apa atau pengucapan yang beribet. Hehe.

Aditya Muslim
Lain Pras Teguh dan Arif, Muslim adalah finalis Stand Up Comedy Kompas TV session 3, menjadi headliner terakhir malam itu tampil dengan aksi panggung yang over petakilannya dari dua komika sebelumnya. Pernah lihat stand up show yang ngerusakin meja dengan lompat dari tangga? Atau aksi smackdown dengan komika selanjutnya? Belum kan? Ya cuma Muslim di Overacting.

Ada juga yang disayangin dari show ini sih ya. Lumayan agak terganggu sama sound system di awal acara sampai kira-kira pertangahan acara. Terutama saat musik masuk pengantar komika naik panggung. Lumayan memekakkan telinga untuk yang duduk di sekitaran sound.
(((MEMEKAKKAN)))

Ada lagi aksi promo oleh Arif di hari sebelumnya yang sedikit memberikan spoiler Overacting. Jadi saat melihat propertI panggung, udah bisa nebak dari awal kalo itu meja bakal dipatahin Muslim. Haha.
Dan entah ini memang saya aja yang riwil ya, sedikit ngerasa closing Overacting kemarin kurang bulet. Tetiba ngayal, gimana beda dan pecahnya Overacting kemaren kayaknya bakal enak banget kalo Pras ditaruh paling akhir. Ketawanya pasti loss banget. Hehehe.

Sepertinya memang baru Overacting ini stand up show yang bener-bener bikin capek tawa dan ngeliat kelakuan headlinernya sepanjang saya nonton stand up show. Dan yang pastinya susah banget ambil foto mereka yang bentar-bentar gerak cepat atau bikin kita ketawa duluan sampe sakit perut.

Thank you buat kalian yang bener-bener total banget keliatannya di Overacting ini sampe sempet baca kalau di keesokan harinya masing-masing langsung pada sakit. Cepet sembuh dan terus berkarya lagi. Good luck untuk Overacting part II selanjutnya!

Viva La Komtung!



Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

halo!

isi-isi kepala yang mencari teman bicaranya

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • 3GP Tour Ge Pamungkas - SURABAYA
    Surabaya, 24 Februari 2013. Terjadwal Surabaya sebagai kota selanjutnya setelah Sidoarjo dalam rangkaian tour sang juara Stand Up Comed...
  • Little I Can - Arif Alfiansyah
    Setelah berkunjung di Satu Bangsa Dalam Tawa di Jember minggu lalu, di Surabaya masih ada satu standup show yang sudah saya beli tike...
  • BUS EKA JAHAT
    Barusan baca artikel kalau pengemudi bus Mira dan Eka pada mogok di terminal Solo karena ada selisih dengan bus lokal Jogja Solo. BODO AMA...

Advertisement

Arsip Blog

  • ►  2025 (3)
    • ►  Oktober 2025 (1)
    • ►  Juni 2025 (1)
    • ►  Februari 2025 (1)
  • ►  2024 (13)
    • ►  Desember 2024 (1)
    • ►  Oktober 2024 (1)
    • ►  Agustus 2024 (2)
    • ►  Juli 2024 (5)
    • ►  Juni 2024 (2)
    • ►  Mei 2024 (2)
  • ►  2023 (11)
    • ►  Agustus 2023 (2)
    • ►  Juli 2023 (1)
    • ►  Mei 2023 (1)
    • ►  April 2023 (1)
    • ►  Maret 2023 (3)
    • ►  Februari 2023 (2)
    • ►  Januari 2023 (1)
  • ►  2022 (23)
    • ►  Desember 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  Oktober 2022 (1)
    • ►  September 2022 (1)
    • ►  Agustus 2022 (1)
    • ►  Juli 2022 (5)
    • ►  Juni 2022 (2)
    • ►  April 2022 (3)
    • ►  Maret 2022 (3)
    • ►  Februari 2022 (2)
    • ►  Januari 2022 (2)
  • ►  2021 (3)
    • ►  Mei 2021 (1)
    • ►  April 2021 (2)
  • ►  2020 (2)
    • ►  Oktober 2020 (1)
    • ►  Juni 2020 (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Agustus 2017 (1)
  • ►  2016 (13)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  Agustus 2016 (1)
    • ►  Juni 2016 (1)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  April 2016 (3)
    • ►  Maret 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (1)
    • ►  Januari 2016 (1)
  • ▼  2015 (15)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  Agustus 2015 (1)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (2)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  Februari 2015 (3)
    • ▼  Januari 2015 (3)
      • 1st Anniversary Pertemuan Kita
      • Kekuatan Super
      • Overacting Surabaya
  • ►  2014 (10)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  Agustus 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (1)
    • ►  Mei 2014 (2)
    • ►  Maret 2014 (2)
    • ►  Januari 2014 (2)
  • ►  2013 (15)
    • ►  Desember 2013 (3)
    • ►  November 2013 (1)
    • ►  Oktober 2013 (1)
    • ►  September 2013 (2)
    • ►  Juni 2013 (1)
    • ►  Mei 2013 (2)
    • ►  April 2013 (1)
    • ►  Februari 2013 (3)
    • ►  Januari 2013 (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  November 2012 (1)
    • ►  Oktober 2012 (1)
    • ►  September 2012 (1)
    • ►  Juli 2012 (1)
    • ►  Juni 2012 (1)
    • ►  Mei 2012 (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Oddthemes

Copyright © Charitri. Designed by OddThemes