;

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Photo by Bruno Vincent/Getty Images
Menghadapi masalah itu seperti berkendara saat hujan.
Melelahkan, memang. Namun tetap harus berhati-hati. Sederas apapun hujan saat itu. Selelah apapun kamu saat itu. Kembali ke tujuanmu dengan utuh meski lelah, meski basah. Sama seperti saat kamu menghadapi sebuah masalah. Meski tak pernah menginginkannya, selesaikan semua. Tak perlu terburu-buru, tak perlu mengeluh.  Kembali ke tujuanmu dengan utuh, meski dengan tangis, meski dengan hati teriris.

Menghadapi masalah itu seperti berkendara saat hujan.
Anggap deras hujan itu masalah yang menimpamu, sementara posisi berkendaramu adalah proses hidup yang harus tetap kamu jalani. Yang pastinya kamu harus tetap melaju tanpa harus terhenti karena hujan.  Boleh berhenti, tapi untuk memperkuat keadaanmu saat ini.  Untuk terus melaju dalam deras.

Kamu bisa gunakan jas hujan.
Dia ibarat teman-teman terbaikmu, juga keluargamu. Membuat kamu nyaman kala hujan. Mereka tak menjanjikan tubuhmu akan kering, namun setidaknya dia membuatmu tak kuyup oleh bulir air. Tak membuatmu terpuruk dalam masalahmu. Kamu masih bisa terus melaju diatas motormu. Mereka selalu ada menemanimu menerjang deras hujan.
Tarik ujung celanamu. Setidaknya tak akan membuatnya basah oleh genangan yang terlempar saat orang sebelahmu melaju kencang. Itu seperti kamu sudah siap menerjang masalahmu. Tak ingin deras hujan yang sudah mulai menggenang memberi pengaruh buruk pada tubuhmu, tak ingin deras masalah memberi pengaruh buruk pada pikiranmu.
Namun tetap berhati-hati dengan jalan didepanmu.
Jalanan itu lingkunganmu. Lubang menganga lebar itu hal negatif dalam ligkunganmu.
Tetap fokus, kenali dimana letak lubang disetiap jalanmu. Jalanan yang sering kamu lewati harusnya kamu hafal disetiap sudut adanya lubang. Sama seperti lingkunganmu. Kenali.

Hujan membuat genangan dimana-mana.
Masalah yang tak kunjung usai.
Tetap fokus pada jalan didepanmu. Tetap kenali lingkunganmu. Karena salah mengenali lingkunganmu, kamu bisa saja terjatuh. Terjerembab pada lubang yang tertutup genangan.

Tetap percaya Tuhan selalu menyertaimu. Tetap percaya jika dirimu sendiri yang mampu membawa dirimu untuk pulang, untuk sampai dimana tujuanmu. Diatas motormu, diatas usahamu. Dengan jas hujanmu, dengan sahabat dan keluargamu. Dengan insting letak lubang disetiap jalananmu, dengan kemampuan membaca lingkunganmu.
Yakin deras hujan tak selamanya membawa kesusahan, kamu juga harus ingat saat kamu setinggi  siku ayahmu, kamu pernah berlari riang ditengah deras hujan.

Surabaya, 24 Februari 2013.

Terjadwal Surabaya sebagai kota selanjutnya setelah Sidoarjo dalam rangkaian tour sang juara Stand Up Comedy Kompas TV Season 2, Genrifinadi Pamungkas | @GePamungkas.
Selamat Datang di 3GP Tour Surabaya.

pic. via @StandUpIndo_SBY
 Bertempat di Aula ABC lantai 3 FEB Unair, 3GP dimulai tepat pukul 18.00 WIB. Penggantian jam dan venue yang hanya beberapa hari sebelum 3GP Tour digelar sama sekali tidak mengurangi kesuksesan 3GP Tour malam itu.  Nyatanya (lagi-lagi) @StandUpIndo_SBY berhasil memberikan suguhan yang luar biasa bagi pecinta Stand Up Comedy di Surabaya dalam berbagai event. Termasuk 3GP Tour malam itu.

Dibuka dengan (yang mungkin) Auto Audio semacam record  dengan suara (yang mungkin juga) suara Ge malam itu sebagai tanda dimulainya 3GP Tour Surabaya. Dengan menjelaskan beberapa peraturan selama berlangsungnya acara, suara (auto) Ge dari dalam sana mulai memanggil opener lokal, dan estafet pemanggilan komika dilakukan oleh komika setelah menyelesaikan tugas mulia-nya. 3GP Tour ini tanpa MC.

Komika pertama, Muhammad Ubaidillah | @ubedbeud
Ubed on stage
Ubed on stage
Masih Ubed on stage

Komika kedua, Afrizal Ferdiansyah | @Pepenk_Pengdi
Pepeng on stage

Kok sama yak ini gaya-nya --"
Komika ketiga, Adiya Яahman Pradana (ini copas dari twitternya, R-nya emang gitu!) | @donooo182


Mukanya Dono emang gitu. Lempeng.

Setelah dibuka oleh tiga komika lokal kebanggaan @StandUpIndo_SBY , komika selanjutnya adalah opener tetap yang dibawa oleh @GePamungkas selama 3GP Tour berlangsung.

Awan Haryo Pamungkas | @awanpamungkas
Om Awan. Om??

Dengan berakhirnya materi-materi dari opener tetap 3GP, juga yang ditandai dengan gelapnya seluruh ruangan, lampu sorot yang berakhir pada banner 3GP didepan sana, dan berakhirnya segala kenangan bersama mantan. Mata para audience tertuju pada lampu sorot yang sesekali memberi penerangan jalan di tengah kursi para audience. Kode Ge bakal muncul dari belakang sudah bisa dibaca. Seluruh mata tertuju di pintu belakang kami. Yak, Yang Punya Acara setengah berlari menuju panggung disertai teriakan para GeRoupies (fanbase Ge). Refleks, saya juga histeris. Sepertinya malam itu saya otomastis terekrut. Aaaaaaaaaaaaaakkkkk.......
*abaikan*

Bang Ge Ganteng.


*puk-puk buat mba ini*






Sejujurnya saya tidak begitu mengikuti setiap liku *halah* Ge selama perform di tivi. Bahkan bukan salah satu followers dia di twitter, apalagi termasuk dalam jajaran GeRoupies. Tapi malam itu, di 3 Sisi Ge Pamungkas, saya mendapatkan banyak hal selain tawa.
Ya, karena di 3GP Tour kalian bisa belajar dari setiap bit milik Ge. Kalian tidak akan pulang dengan sisa tawa, dengan cerita gantengnya Ge saja atau dengan perut yang masih kram atau pipi yang terasa kaku. Dia tidak membiarkan kita hanya tertawa, dia memberikan sebuah, ya kalau menurut saya itu sebuah solusi, pencerahan dari semua kebegoan yang sudah kita pernah lakukan. HAHAHAHAAA
Dan Act-Out-nya Ge, MEMANG JUARA.





Tema 3GP Tour ini sudah saya buktikan di Surabaya. 
Dan memang luar biasa.

Mungkin sudah kebiasaaan saya yang susah membuka hati. Tapi mengutip lagu bang Pandji :
'Tak kenal maka tak sayang, makin kenal makin tau mana yang harus dibuang. Kami pantau dan kami awasiiii.....'
*keterusan nyanyi*
Ya, ga kenal bakal ga sayang. Ga suka karena ga ngerti. Kalo mau membuka hati dan mau mengenal pasti akan ada sayang. *apasih*
 #OKEINICURHAT #abaikan

Cari apa yang kalian ga tahu tentang Ge di 3GP Tour-nya. Bit-bit ringan hingga berat, termasuk blue materinya yang nakalnya ampun-ampunan, yang ga pernah kalian saksikan di tivi, ada malam itu. Setting panggung oke, penontonnya rame, materi yang hore.

Ya, lagi-lagi Selamat untuk @StandUpIndo_SBY yang juga lagi-lagi sukses disetiap event-nya. Terima kasih sudah membawa 3GP Tour.
Selanjutnya bawa bang Acho dong... :'( 
Dan lagi-lagi saya cuma bisa bilang, nonton Stand Up Show memang lebih cakep kalo live.

Viva La Komtung.     

pic. taken from arbainrambey.com

Aku menyukai pantai, juga laut. Namun sering bingung bagaimana menikmati mereka. Aku tak bisa berenang. Jadi, duduk di bibir pantai atau diatas cadas batu menjadi pilihanku. Diam. Menebar pandangan dari sudut paling kiri menarik garik lurus horizon kearah kanan. Lamat-lamat sambil memainkan pasir disela jemari kaki atau pasrah tampias ombak menerpa raga.
Cara lainku menikmati mereka.

Aku lebih senang diam, mendengar deru ombak yang berpacu dengan hembusan angin. Sibuk mengarahkan mata, tak ingin terlewat menarik setiap guratan ombak, rentang luas hamparan biru bergelombang. Sibuk menggerak-gerakkan jari, menggenggam dan melepas kembali pasir sepanjang rentang tangan.
Milyaran kubik air disana pasti mendengarku. Mengerti resahku. Tanpa aku bersuara. Buktinya, selalu saja perasaan lega datang setiap aku dihadapan laut atau sekedar menepi dibibir pantai. Seperti keluh ini diambilnya, menghilangkan sesak didada, menenggelamkannya di palung paling dalam. Meskipun selalu dibuat terisak diawal, laut selalu menghiburku dengan deru ombak yang berpacu dengan hembusan angin setelahnya. Dan seketika angin mengeringkan sisa air mata. Disaat itu aku sudah siap untuk kembali pulang.

Dari pantai/laut aku belajar tenang.
Tenang dari kepanikanku yang selalu bingung bagaimana cara menikmati milyaran kubik air didepan mata jika aku tak bisa berenang. Bagaimana menenggelamkan sesak tanpa aku harus mati tenggelam.
Mengendalikan atau menghadapi sesuatu tak harus dengan sibuk bercerita, bukan?
Tak harus sibuk mengumpulkan kata.
Diam dan pahami setiap jengkal sisi indah diluar sesakmu.
Bagaimana menikmati setiap sesak dengan cara yang berbeda.
Tunggu luas lautan mengambil sesakmu seperti percayamu akan cara bekerja Tuhan.
Dan sepulang dari sana, mamah habis setiap remah sesak yang tersisa.

Aku butuh pantai.
Hari ini Jumat, 4 Januari 2013.
Dan yang saya tulis berikut ini adalah peristiwa 20 Desember 2012.
Maklum, deadline akhir tahun kantor lebih saya bingungkan daripada nanti saya harus menelan lirikan pahit si boss. Dan tentu saja saya belum siap untuk tidak menerima gaji saya bulan depan.
Oke, ini alasan.
Anggap saja saya lagi malas.
Anggap ya, bukan beneran.



Tepat hari Kamis 20 Desember 2012 lalu, giliran Surabaya setelah Jember, Mojokerto dan Sidoarjo sebagai kota tujuan acara Stand Up Comedy Road Show yang merupakan bentukan dari komika-komika Jawa Timur.

Terbentuk dengan nama SUCROS yaitu Stand Up Comedy Road Show ini merupakan sebuah event bentukan para komika Jawa Timur dengan membawa, mengusung komika-komika kebanggan daerah untuk mengisi sebuah Stand up show yang tercatat akan hadir di kota Jember, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya dan Malang.

Dijadwalkan, 20 Desember 2012 SUCROS diadakan di Surabaya. Bertempat disebuah Cafe yang menurut saya dan sepertinya beberapa penikmat stand Up Comedy Surabaya, juga setuju jika tempat ini merupakan sebuah rumah bagi komunitas @StandUpIndo_SBY. Matchbox Too Cafe.
Dan untuk kali ini, @StandUpIndo_SBY meng-amanah-kan event ini ke @StandUpUNESA. Salah satu komunitas Stand Up Comedy salah satu Universitas di Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.

Dibuka oleh host yang ya selalu dia-dia sajaa.. Mimin pertama dari @StandUpIndo_SBY. Yang entah kenapa malam itu dia tampak juga biasa saja. #BiarRhyme *digetok*
Angga Prameswara.
*sungkem*

Komika Pertama SUCROS SBY - @StandUpIndo_MLG Malang. Nur Kholiq @kholisshaan
Memperkenalkan diri sebagai komika pengusung dan mencakup kemiskinan. Membuka rangkaian SUCROS SBY dengan rangkaian panjang Blue Materi. Pucuk.. Pucuk.. Pucuk...

Komika kedua - @StandUpIndo_SBY Surabaya. Pulung Siswantara @Pul_lung
Seorang dosen yang menyisihkan waktunya untuk ber-stand Up Comedy. Untuk saya yang baru pertama kali melihat, bapak dosen ini luar biasa sekali ;)



Komika ketiga - @StandUpIndo_MJK Mojokerto yang mohon maaf dan harus jujur, saya melewatkan setiap bitnya. Selain karena duduk paling belakang, suara mba-mba sebelah asik gosip juga begitu mengganggu. Yang pasti dia selalu bangga menjadi Komika Cungkring nan Keren. Kata dia loh yaa...
Aldwin F. Prayogo @aweeprayogo

 

Komika keempat dari @StandUpIndo_SDA Sidoarjo. Komika dengan Delapan Ratus lebih followers (Followingnya Seribu Lima Ratus-an, lah), satu-satunya Admin, Bendahara, Sekretaris, Wakil Ketua dan Ketua dari @StandUpIndo_SDA.
Michael Williams @mikysukses


Selanjutnya ada Adiya Rahman Pradana @donooo182 sebagai komika kelima - @StandupIndo_SBY
Komik Jancuk ini selalu dengan persona metalnya. Berhasil menarik ABG-ABG berbagai kalangan sehingga terbentuk #donosetia setelah melihatnya tampil yang memang selalu pecah. Sudah pernah menjadi opener beberapa komika Jakarta, sebut saja di Absurd tour Kemal PAlevi yang menurut saya itu progress terbesarnya.

 

Komika keenam, Arie Satria @Arie_Kriting - @StandUpIndo_MLG
Membuka penampilannya dengan protes keras terhadap PSSI, KPSI atau apalah itu organisasi satunya. Meneriakkan jeritan  hatinya sebagai 'Orang Timur'. Halah...




Komika terakhir dari rangkaian Sucros Surabaya sebelum Dua Guest Comic Kebanggan Jawa Timur.
Aditya Muslim @TretanMuslim - @StandUpIndo_SBY
Selalu sudah menjadi TM seorang Muslim untuk membawa materi 'Ke-Muslimannya' dan kebanggan dirinya menjadi seorang Maduranese. Halah..


Habis sudah tujuh komika lokal kebanggan masing-masing daerah. Dan Sucros Surabaya ditutup oleh penampilan Frendy Pradana Putra @topenk_enk


dan Mas Insan Nur Akbar @akbar___


dengan sangat pecah sekali sodara-sodaraa...
Dua Alumni Stand Up Kompas TV ini mampu menyajikan bilingual bahasa. Bahasa Indonesia dan Jawa Suroboyoan. Hahahaa...

Eh, eh malam itu juga ada tamu dari Jakarta loh. Komika Jakarta asal Malang.
Mas Reggy Hasibuan @Regzindahood
Dibalik persona yang selalu keras disetiap materi berbau 'agama'-nya, mas Reggy ini orang ramah banget :') 

Dan berikut semua yang berperan atas suksesnya acara ini..


Selain ada mas Reggy yang datang malam itu, dan kalau mau sedikit sabar ada hiburan gratis setelah acara malam itu.

 
Mungkin bisa langsung tanya si Paus Wismilak @akbarhalim08 lebih detailnya :P

*diuncal stand-mic*

Saya setuju jika Sucros Surabaya terbilang sukses. Entah bagaimana ukuran sukses sebuah acara secara harfiahnya. Saya juga tidak datang saat Sucros ada di Jember, Mojokerto atau Sidoarjo jadi tidak ada pembanding. Tapi melihat apa yang sudah ada tersaji di Matchbox Too malam itu, event semacam ini berhasil menumbuhkan rasa bangga kepada komika-komika lokal daerah kita.

Surabaya bukan penghujung event ini. Masih tersisa satu kota lagi, Malang.
Dijadwalkan 20 Januari 2013 nanti, Sucros Malang akan digelar di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang.
Atau bisa langsung follow @standUpIndo_MLG untuk lebh jelasnya.

Dan kalo pengen tau event Stand Up Comedy apa saja di Surabaya bisa langsung follow @StandUpIndo_SBY.

Dukung Komika Lokal-mu!!
Viva La Komtung!!

Sabtu, 17 November 2012.
Tercatat saya sudah 'punya' dua kursi VIP Set A 13-14 untuk acara Stand Up Night Universitas Negeri Yogyakarta dengan guest comic Muhadkly Acho @muhadkly.
Yes, Acho!! I Adore him. So Much!! Indeed!!!
Ha!!!

Berangkat dengan terburu-buru karena terjebak macet saat dari kantor, cukup membuat deg-dega-an bakal tertinggal kereta yang dijadwalkan jam 16.00. Mengingat ini perjalanan jauh pertama saya tanpa teman dan keluarga, desiran darah panik semakin menjadi. Yah, dengan kemampuan super si bapak saya berhasil menembus jalanan menuju Stasiun Gubeng hanya dalam waktu 30menit. Iya, 30 menit. *pegangin dengkul*

Tujuan awal saya memberanikan diri pergi ke Jogja bukan karena Acho semata. Saya hanya butuh liburan. Beberapa kali liburan selalu berakhir dalam sebuah perencanaan. Dan alhasil, perjalanan ini saya tak mengantongi itinerary sama sekali. Tapi untuk masalah untuk tidur harus saya selesaikan. Tertuju pada Jogjakarta Plasa Hotel yag satu-satunya hotel yang masih tersedia di tanggal kedatangan saya 16 November (malam), Eksekutif Deluxe Room-Pool View menjadi satu-satunya room yang memungkinkan untuk saya pilih. Karena hampir kebanyakan hotel di Jogja full booked di long weekend seperti kemarin. Dan lokasi JPH juga tidak terlalu jauh dari venue Stand Up Night UNY.

Acara dimulai sekitar 19.30 WIB dengan dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. What a touched opening.. :')
Baru nyadar ketika sudah di venue dan membaca poster mobile StandUpNight UNY di hape malam itu. 7 Opener Komika lokal??? Err.... Banyak banget!!!!
Menurut pengalaman yang sudah-sudah, terlalu banyak opener membuat saya sedikit was-was. Apalagi kalau semua openernya itu punya materi yang bisa bikin 'pecah'. Bisa habis tawa saya buat opener saja..
Oke, mari kita tinggalkan segala pikiran buruk untuk malam ini and enjoy the show..

Komika lokal pertama Erwin Baskara @erwinbas dengan menggendong galon air mineral kosong a la rapper dengan dengan compo-nya.



Komika kedua yaitu Gus Weda Satriya N @gusweda. Memperkenalkan diri sebagai seoarang comic syariah, komika ini muncul layaknya seorang ustadz. Ppfft. Materinya?? Syariah pula...


Komika ketiga adalah satu-satunya komika perempuan malam itu. Fransiska Devioga @Ogabaen. Komika mungil ini emang gemesin. Muncul dengan tarian a la Agnes Monica dan sepanjang materi membahas kecantikan Agnes dan Asmirandah yang diklaim justru mirip dirinya. Kesel juga sebenarnya dengan bit-bit Cewek Tinggi-nya. Kami cewek tinggi dibuatnya habis malam itu. Hahahaa.. >.<



Komika keempat ada Muh. Chandra Wiguna @chandra__oreo yang seorang Mahasiswa Pasca Sarjana. Satu-satunya yang berdandan nyantai abesss. Logat yang berbeda membuat dia sedikit berbeda dengan komika lain yang kalem santun layaknya pribumi Jogja. Pfftt..


Komika opener selanjutnya adalah Komika-komika dari @standupindojgj.
Bener-bener dibuat nganga sama komika satu ini. Awang Adjiewasita @awangizm. Berdandan a la full rapper dengan Susu Ultra Coklat kemasan gede ini cukup bikin absurd juga. Yang pertama bawa galon air mineral, yang ini bawa susu kemasan, Kurang unyu apalagi coba Awang ini. Dan dia, satu-satunya komika yang membawakan materi dalam bahasa inggris.. Keren!!!
Dan ini pertama kalinya juga saya menyaksikan show dengan bahasa inggris -afro american- (cmiiw). That was so GREAT!!!!!


Disusul oleh penampilan Gigih Adiguna @gigihadiguna. Komika kurus ini membuka dengan apik saat mengeksplor komika sebelumnya, Awang. Suasana makin riuh kala si Awang membumbui dengan aksi banting galon air mineral.


Ditutup oleh Alit Jevi Praba @alitalit_ . Muncul dengan hal yang tak terduga membuat saya cukup menikmati setiap dinamika tawa malam itu. Tampil bersama Arlene, seekor anjing ras Golden Retriever, Alit menutup rangkaian opener Stand Up Night UNY malam itu dengan sangat bagus.


Diiringi oleh Adam Levine dengan One More Night-nya, Muhadkly Acho @muhadkly tampil menawan malam itu. Gantengg..... *lap iler*
Ya.. Meskipun sedikit dengan suara serak :D


Dan berikut seluruh pengisi acara malam itu ;)
Eh, ada yang ga ada ya.. *salim buat yang ga ada di poto*


Oke, sekarang mari sedikit review mengenai Stand up Night-nya ;)

Sebelum berangat sebenernya sudah pasang ekspektasi yang ga terlalau tinggi. Karena selain sedikit jetlag karena banyaknya opener lokal dan sama sekali belum melihat mereka tampil, dari sisi Acho saya hanya ingin menikmati penampilannya. Karena dia disini dia seorang headliner -Guest Comic- dan tidak sedang menjalankan sebuah Stand Up Show khusus dirinya.
Bagi saya, memasang ekspekatasi sebelum menikmati sebuah stand up show itu penting. Jadi harus bedain konsep acaranya. Sama seperti mau bedain mau nonton openmic atau mau nonton stand up Show.

Ada satu hal yang membuat saya terdiam di kala semua audience tertawa disaat rentetan komika lokal tampil. Bingung.
Kenapa saya ga tertawa??
Ya, karena ternyata saya ga memahami sepenuhnya materi mereka.
Saya sedikit melupakan posisi saya disini sebagai pendatang. Dari Surabaya. Sementara acara ini digelar di Jogja, oleh komunitas milik sebuah Universitas di Jogja. Dan tentu saja, materi-materi para komika-nya adalah seputar Jogja dan sekitarnya. Saya melupakan itu.

Misal saja pada bit-bit hal yang identik dengan UNY. Racun tikus dan Sandal Crocs.
Kalau sebelumnya saya berjelajah terlebih dahulu disekitaran UNY, ketika ada bit ini saya pasti akan ikut tertawa malam itu. Sayangnya, saya hanya tertawa sendiri ketika salah seorang teman menunjukkan bagian dari bit Racun tikus dan Sandal Crocs tadi.
Ini pelajaran baru :)

Masih ada beberapa bit lagi yang sama kejadiannya dengan racun tikus dan sandal crocs tadi. Ya, itu menunjukkan jika saya benar-benar kurang memahami medan *ndrenges* :D

Masalah banyak opener?
Malam itu saya belum menemukan korelasi antara banyaknya opener dengan kehabisan tawa saat headliner muncul seperti yang awal tadi saya takutkan. :D
Komika lokal milik Jogja benar-benar memikat saya. Sebuah hal baru dari yang biasanya menikmati penampilan komika Surabaya dengan penyampaian khas Surabaya dan kini disuguhi oleh penyampaian yang 'Jogja' banget ;p
Ah, sungguh pengalaman yang luar biasa. 
*kebayang Awang + Alit* :D

Lalu hingga sampai kepada headliner malam itu. Ya, karena sudah membekali diri dengan 'medium-expectation' sebelumnya jadi ga sebegitu kecewanya :D
Saya menikmati setiap penampilan Acho malam itu. Yang sedikit mengganggu adaah ketika ada beberapa kali Acho menggunakan bit-bit lamanya. Seperti bit Joki Joget, Film India, Patung Pancoran..... :p
Ada juga bit-bit baru yang semacem di-upgrade. Bit Patung Pancoran kena tuh.. :D
Tapi pengalaman malam itu luar biasa pastinya. Akhirnya kesampaian ketemu sama Acho. Laki-laki kuat dengan segudang tawa yang bagi saya dia benar-benar pribadi yang luar biasa hebatnya. #AchoGarisKeras

Malam itu sempurna. Jogja dengan komika-komikanya, UNY dengan keberhasilan StandUp Night-nya, Acho dengan pesonanya dan kamu yang disampingku. Eh...
Oke, fokus.. *dikeplak*

Ini cara pandang saya sebagai seorang pendatang. Kekecewaan kecil akibat ketidak-jeliannya saya sebagai audience luar sama sekali tak mengurangi keberhasilan acara malam itu. UNY sungguh luar biasa.
Selamat Ulang Tahun, @standupUNY.


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

halo!

isi-isi kepala yang mencari teman bicaranya

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • 3GP Tour Ge Pamungkas - SURABAYA
    Surabaya, 24 Februari 2013. Terjadwal Surabaya sebagai kota selanjutnya setelah Sidoarjo dalam rangkaian tour sang juara Stand Up Comed...
  • Little I Can - Arif Alfiansyah
    Setelah berkunjung di Satu Bangsa Dalam Tawa di Jember minggu lalu, di Surabaya masih ada satu standup show yang sudah saya beli tike...
  • BUS EKA JAHAT
    Barusan baca artikel kalau pengemudi bus Mira dan Eka pada mogok di terminal Solo karena ada selisih dengan bus lokal Jogja Solo. BODO AMA...

Advertisement

Arsip Blog

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  Oktober 2025 (1)
      • Warna
    • ►  Juni 2025 (1)
    • ►  Februari 2025 (1)
  • ►  2024 (13)
    • ►  Desember 2024 (1)
    • ►  Oktober 2024 (1)
    • ►  Agustus 2024 (2)
    • ►  Juli 2024 (5)
    • ►  Juni 2024 (2)
    • ►  Mei 2024 (2)
  • ►  2023 (11)
    • ►  Agustus 2023 (2)
    • ►  Juli 2023 (1)
    • ►  Mei 2023 (1)
    • ►  April 2023 (1)
    • ►  Maret 2023 (3)
    • ►  Februari 2023 (2)
    • ►  Januari 2023 (1)
  • ►  2022 (23)
    • ►  Desember 2022 (1)
    • ►  November 2022 (2)
    • ►  Oktober 2022 (1)
    • ►  September 2022 (1)
    • ►  Agustus 2022 (1)
    • ►  Juli 2022 (5)
    • ►  Juni 2022 (2)
    • ►  April 2022 (3)
    • ►  Maret 2022 (3)
    • ►  Februari 2022 (2)
    • ►  Januari 2022 (2)
  • ►  2021 (3)
    • ►  Mei 2021 (1)
    • ►  April 2021 (2)
  • ►  2020 (2)
    • ►  Oktober 2020 (1)
    • ►  Juni 2020 (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Agustus 2017 (1)
  • ►  2016 (13)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  Agustus 2016 (1)
    • ►  Juni 2016 (1)
    • ►  Mei 2016 (2)
    • ►  April 2016 (3)
    • ►  Maret 2016 (2)
    • ►  Februari 2016 (1)
    • ►  Januari 2016 (1)
  • ►  2015 (15)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  September 2015 (3)
    • ►  Agustus 2015 (1)
    • ►  Juli 2015 (1)
    • ►  Juni 2015 (2)
    • ►  Mei 2015 (1)
    • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  Januari 2015 (3)
  • ►  2014 (10)
    • ►  November 2014 (1)
    • ►  Agustus 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (1)
    • ►  Mei 2014 (2)
    • ►  Maret 2014 (2)
    • ►  Januari 2014 (2)
  • ►  2013 (15)
    • ►  Desember 2013 (3)
    • ►  November 2013 (1)
    • ►  Oktober 2013 (1)
    • ►  September 2013 (2)
    • ►  Juni 2013 (1)
    • ►  Mei 2013 (2)
    • ►  April 2013 (1)
    • ►  Februari 2013 (3)
    • ►  Januari 2013 (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  November 2012 (1)
    • ►  Oktober 2012 (1)
    • ►  September 2012 (1)
    • ►  Juli 2012 (1)
    • ►  Juni 2012 (1)
    • ►  Mei 2012 (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Oddthemes

Copyright © ;. Designed by OddThemes